Festival Kopi Nusantara & Tembakau ke-8 Resmi Ditutup, Bupati Bondowoso Tekankan Identitas dan Ekonomi Daerah
- account_circle Aurel
- calendar_month Sab, 6 Sep 2025
- visibility 211
- comment 0 komentar

Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 tahun 2025 resmi ditutup dengan sambutan Bupati Bondowoso, Dr. Abdul Hamid Wahid, di Alun-Alun Raden Bagus Asra
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 tahun 2025 resmi ditutup dengan sambutan Bupati Bondowoso, Dr. Abdul Hamid Wahid, di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Sabtu (6/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa kopi Arabika Java Ijen Raung, Hyang Argopuro, serta tembakau Bondowoso bukan sekadar komoditas, melainkan juga identitas budaya dan kekuatan ekonomi masyarakat.
“Festival ini adalah bentuk penghargaan dan kebanggaan kita terhadap kopi dan tembakau yang sudah mendunia. Melalui ajang ini, kita berharap terbuka ruang yang lebih luas bagi petani, pelaku usaha, maupun stakeholder untuk membawa produk unggulan Bondowoso ke pasar global,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara, seraya berharap festival tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga motor penggerak pembangunan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan sektor pariwisata Bondowoso.
“Kopi dan tembakau adalah warisan, kebanggaan, sekaligus harapan bagi masyarakat Bondowoso. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen membangun pertanian, pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi daerah yang mandiri,” tambahnya.
Kontrak Ekspor hingga 60 Ton Kopi
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono, dalam laporannya menyebutkan, festival tahun ini menghasilkan capaian membanggakan.
Melalui forum business matching bersama buyer nasional maupun internasional, tercatat kontrak dagang kopi sebanyak 60 ton dengan nilai Rp7,8 miliar.
Selain itu, kopi Bondowoso juga berhasil menembus pasar global ke sejumlah negara, di antaranya Belanda (1,8 ton), Jerman (0,6 ton), Polandia (1,6 ton), Jepang (0,4 ton), Singapura (2 ton), dan Turki (18 ton) dengan total nilai ekspor mencapai Rp5,7 miliar.
Rangkaian Lomba dan Apresiasi
Festival yang digelar sejak 4 hingga 6 September ini dimeriahkan dengan berbagai lomba, mulai dari uji citarasa kopi, brewing V60, cup tester, lomba merajang dan melinting tembakau, hingga lomba video pendek tentang kopi.
Dari 30 sampel kopi Arabika yang dikirim, 29 di antaranya masuk kategori Arabika Specialty, sementara 16 dari 30 sampel Robusta termasuk dalam kategori baik.
Kadis Pertanian juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati, DPRD Bondowoso, Bank Indonesia, Bank Jatim, Forkopimda, hingga berbagai OPD dan pelaku usaha yang ikut menyukseskan acara.
“Semoga sinergitas ini membawa berkah bagi petani dan menjadikan Bondowoso semakin dikenal sebagai kabupaten kopi dan tembakau unggulan,” pungkasnya.
- Penulis: Aurel



Saat ini belum ada komentar