Banjir Terjang Desa Wonoboyo Klabang, 20 Rumah Terdampak dan 4 Hektar Sawah Terendam
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (7/3/2026) sore mengakibatkan banjir akibat jebolnya tanggul penahan aliran sungai di Desa Wonoboyo.
Peristiwa tersebut menyebabkan air meluap hingga masuk ke permukiman warga dan merendam area persawahan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, hujan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB dengan intensitas cukup tinggi dan berlangsung cukup lama.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tanggul penahan aliran sungai dilaporkan jebol sehingga air meluap melalui saluran avour dan menggenangi sejumlah rumah warga.
Kepala Desa Wonoboyo kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Bondowoso, yang selanjutnya langsung menurunkan tim untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, tanggul penahan aliran sungai mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar panjang 2 meter, tinggi 1,5 meter, dan ketebalan 50 centimeter.
Selain itu, banjir juga merendam sekitar 4 hektar lahan persawahan milik warga.
Beberapa rumah warga turut terdampak banjir yang terjadi di tiga dusun, yakni Dusun Krajan Timur (RT 02, 03, 04 RW 01) sebanyak 6 rumah, Dusun Krajan Barat (RT 07 dan 10 RW 01) sebanyak 10 rumah, serta Dusun Kojeeh (RT 12 RW 01) sebanyak 4 rumah dan satu musholla.
Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Kerugian akibat terendamnya sawah diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta, sementara kerugian material lainnya ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
Sejumlah unsur langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, di antaranya BPBD Bondowoso, Polsek Klabang, Camat Klabang, KRPH Perhutani Klabang, Agen Bencana Jawa Timur, BP 13.11, serta masyarakat setempat.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD bersama relawan melakukan asesmen serta melaporkan kondisi di lapangan sebagai dasar rencana tindak lanjut penanganan.
Pada Minggu (8/3/2026), masyarakat bersama Forkopimcam, BPBD dan BSBK melakukan penanganan darurat dengan memasang karung pasir untuk menutup tanggul yang jebol sepanjang 2 meter dengan tinggi sekitar 1,5 meter.
Selain itu, warga juga melakukan pembersihan lumpur di rumah-rumah yang sempat terdampak luapan air.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan langkah penanganan darurat.
“Kami langsung menurunkan tim Pusdalops dan TRC ke lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan Forkopimcam dan masyarakat. Saat ini penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan karung pasir untuk menutup tanggul yang jebol agar air tidak kembali meluap ke permukiman,” ujar Kristianto.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bondowoso.
“Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Jika ada tanda-tanda potensi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD agar bisa segera ditangani,” tambahnya.
BPBD Bondowoso melaporkan bahwa kondisi air yang sempat masuk ke rumah warga saat ini telah surut, sementara cuaca di wilayah Desa Wonoboyo terpantau berawan.
Dalam kejadian tersebut juga sempat terjadi pemadaman listrik milik PT Panarukan Situbondo di Desa Wonoboyo sejak pukul 17.45 WIB.
- Penulis: S/A/lik
- Sumber: BPBD Bondowoso



Saat ini belum ada komentar