Panen Raya Jagung di Banyuwangi, Komitmen Jatim Kawal Swasembada Pangan Nasional
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Ming, 1 Mar 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto menegaskan bahwa Polri mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengawal komoditas jagung
Banyuwangi, Aspirasi.co.id – Komitmen menuju swasembada pangan nasional kembali ditegaskan dari ujung timur Pulau Jawa. Nanang Avianto bersama Khofifah Indar Parawansa turun langsung memanen jagung di kawasan Green Farm, Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).
Panen raya ini menjadi bagian dari rencana tata tanam jagung Polda Jawa Timur kuartal IV tahun 2025 yang dikelola bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Di atas lahan seluas 50 hektar, varietas jagung “Jenderal” tumbuh subur sebagai simbol sinergi aparat, pemerintah daerah, dan petani.
Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto menegaskan bahwa Polri mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengawal komoditas jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
“Polri diberi tanggung jawab untuk komoditas jagung. Kami terus meningkatkan kuantitas dan kualitas demi menjaga target swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada produksi, Polda Jatim juga menyiapkan infrastruktur penunjang.
Gudang berkapasitas 4.000 ton telah dibangun di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, berdiri di atas lahan 10.500 meter persegi milik SPN Polda Jatim.
Gudang tersebut akan difungsikan sebagai tempat penampungan jagung hasil serapan Bulog dari petani.
Selain penyimpanan, teknologi pengeringan (drying system) juga tengah disiapkan guna menjaga kualitas jagung Jawa Timur yang saat ini menyokong sekitar 30 persen kebutuhan jagung nasional.
Kapolda menambahkan, dukungan tidak berhenti di tahap produksi dan penyimpanan saja.
Polda Jatim juga akan membantu aspek pemasaran agar harga tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat.
“Kami siapkan pengeringan agar kualitas terjaga, sekaligus membantu pemasaran supaya petani merasakan manfaat nyata,” pungkasnya.
Panen raya di Banyuwangi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah provinsi, dan petani menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan Indonesia.
- Penulis: S/A/lik



Saat ini belum ada komentar