Jembatan Sukowiryo Putus! Satlantas Bondowoso Siaga Penuh Jelang Operasi Ketupat 2026
- account_circle Lik
- calendar_month Sel, 3 Mar 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar

Satuan Lalu Lintas Polres Bondowoso langsung tancap gas melakukan pengaturan dan pengalihan arus
Bondowoso, Asporasi.co.id – Dinamika lalu lintas di wilayah Bondowoso memasuki fase krusial. Terputusnya Jembatan Sukowiryo, akses vital penghubung Bondowoso–Jember, memaksa aparat bergerak cepat menyusun strategi demi menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Menjelang arus mudik dan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Bondowoso langsung tancap gas melakukan pengaturan dan pengalihan arus di sejumlah titik rawan kepadatan, Senin (2/3/2026).
Jalur Alternatif Disiapkan, Personel Disiagakan
Jembatan Sukowiryo selama ini menjadi nadi pergerakan ekonomi, distribusi logistik, hingga mobilitas warga antarwilayah.
Putusnya akses tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan panjang, perlambatan distribusi barang, bahkan risiko kecelakaan jika tidak ditangani secara sistematis.
Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Irwan Rizki Prakoso, memimpin langsung rekayasa lalu lintas di lapangan.
Sejumlah jalur alternatif disiapkan guna mengurai kepadatan dan memastikan kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas dengan aman.
Pengalihan arus dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan serta kondisi jalan alternatif.
Personel ditempatkan di simpul-simpul kemacetan untuk memberikan panduan kepada pengguna jalan sekaligus mencegah potensi pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan.
Strategi Terukur Jelang Arus Mudik
Selain pengaturan fisik, Satlantas juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar mematuhi rambu dan arahan petugas, serta merencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan.
AKP Irwan menegaskan kesiapan penuh jajarannya.
“Kami telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara terpadu menyusul terputusnya Jembatan Sukowiryo. Pengalihan arus dilakukan secara terukur dengan menempatkan personel di titik strategis. Ini bagian dari kesiapan kami menghadapi arus mudik dan Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin berlalu lintas.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan mematuhi rambu serta arahan petugas. Keselamatan adalah prioritas utama. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci agar situasi tetap kondusif meski ada kendala infrastruktur,” tegasnya.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Pengaturan lalu lintas ini memiliki dampak strategis, di antaranya:
Menjaga kelancaran mobilitas meski akses utama terputus
Meminimalkan risiko kecelakaan di jalur alternatif
Menjamin distribusi logistik dan kebutuhan pokok tetap berjalan
Tanpa langkah cepat dan terencana, kondisi ini berpotensi memicu kemacetan panjang hingga mengganggu stabilitas ekonomi, terlebih menjelang lonjakan kendaraan saat mudik.
Di tengah tantangan infrastruktur, kehadiran aparat di lapangan menjadi bukti komitmen menjaga keamanan dan ketertiban.
Dengan kesiapan personel serta dukungan masyarakat, diharapkan arus mudik dan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Bondowoso dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Ketertiban berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi tanggung jawab bersama demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
- Penulis: Lik


Saat ini belum ada komentar