Cincin Misterius Bikin Panik, Damkar Bondowoso Sigap Evakuasi Jari Warga di Curahdami
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Korban diketahui bernama Salim (56), yang awalnya menemukan sebuah cincin.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Sebuah kejadian tak biasa dialami seorang warga Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Bukan kebakaran, melainkan cincin yang sulit dilepas hingga membuat jari membengkak, memaksa petugas turun tangan melakukan evakuasi.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban diketahui bernama Salim (56), yang awalnya menemukan sebuah cincin.
Tanpa curiga, cincin tersebut langsung dikenakan. Namun tak lama kemudian, jari korban mulai membengkak dan cincin tidak bisa dilepas.
Situasi pun berubah menjadi kepanikan.
Korban segera dilarikan ke Puskesmas Curahdami untuk mendapatkan pertolongan medis sekaligus bantuan evakuasi.
Mendapat laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bondowoso langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Dengan peralatan khusus dan kehati-hatian tinggi, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi cincin dari jari korban tanpa menimbulkan luka serius.
Korban, Salim, mengaku sempat panik saat jarinya mulai membengkak.
“Awalnya saya kira cincin biasa, saya temukan lalu langsung saya coba pakai. Tapi tidak lama kemudian jari saya terasa sakit dan mulai membengkak, cincin tidak bisa dilepas sama sekali. Saya jadi panik dan langsung minta bantuan ke puskesmas.
Alhamdulillah petugas Damkar datang cepat dan berhasil melepas cincin tanpa melukai jari saya. Terima kasih banyak atas bantuannya, sangat terbantu sekali,” ungkapnya.
“Respon cepat dan ketepatan penanganan menjadi kunci dalam evakuasi ini. Alhamdulillah cincin berhasil dilepas dan kondisi korban dapat tertangani,” ujar petugas di lokasi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan benda asing, terutama yang berpotensi membahayakan.
Gerak cepat, aksi sigap Damkar Bondowoso kembali hadir memberi solusi, bukan hanya saat api menyala, tapi juga saat warga membutuhkan pertolongan darurat lainnya.
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar