Longsor Terjang Pakem, BPBD Bondowoso Gerak Cepat Lakukan Penanganan
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Sab, 21 Feb 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar

Longsor terjadi di enam titik di Jalan Raya Wringin, Desa Patemon, Kecamatan Pakem. Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Petung, Kecamatan Pakem.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/2/2026) malam.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor di sejumlah titik.
Enam Titik Longsor di Jalan Raya Wringin
Longsor terjadi di enam titik di Jalan Raya Wringin, Desa Patemon, Kecamatan Pakem. Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Petung, Kecamatan Pakem.
Material tanah dengan ukuran panjang sekitar 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter merusak plengsengan serta menutup akses jalan penghubung dari Dusun Pertelon (RT 1 RW 1) menuju Dusun Barat Curah (RT 9 RW 4), Desa Petung.
Tak hanya itu, satu rumpun bambu tumbang turut menghalangi akses jalan warga di lokasi tersebut. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
BPBD Lakukan Asesmen dan Penanganan Cepat
Mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 20.50 WIB, tim Pusdalops, TRC, dan Agen Jatim BPBD Bondowoso langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan darurat.
Petugas bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup badan jalan agar akses transportasi dapat kembali normal.
BPBD Bondowoso juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai dasar tindak lanjut penanganan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima informasi, tim kami segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini fokus kami adalah memastikan akses jalan kembali normal dan melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Kristianto.
Ia juga menambahkan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah dengan kontur tanah labil.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Kristianto mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras dengan durasi lama.
“Jika masyarakat melihat adanya retakan tanah, pohon miring, atau tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada perangkat desa atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan warga tetap terjaga.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar