Banjir Terjang Prajekan, Sejumlah Jembatan Ambruk, Akses Warga Lumpuh
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Sel, 31 Mar 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar

Tiga titik terdampak cukup parah berada di Desa Sempol, Desa Tarum, dan Desa Klekean.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan banjir luapan pada Senin (30/3/2026).
Peristiwa ini menyebabkan sejumlah jembatan di beberapa desa ambruk dan akses vital warga terputus.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, kejadian banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
BPBD menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.00 WIB terkait luapan air dengan debit tinggi yang merusak infrastruktur, khususnya jembatan penghubung antar desa.
Tiga titik terdampak cukup parah berada di Desa Sempol, Desa Tarum, dan Desa Klekean.
Di lokasi pertama, jembatan penghubung Desa Sempol–Desa Bandilan dengan bentang 6 meter dan panjang 12 meter dilaporkan mengalami kerusakan serius hingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Di lokasi kedua, jembatan penghubung Tarum–Sempol di Dusun Dawuhan, Desa Tarum, mengalami kerusakan pada bagian abutment sepanjang 2,5 meter akibat tergerus arus banjir.
Sementara di lokasi ketiga, akses menuju SDN Bandilan 3, 4, dan 5 ikut terdampak setelah jembatan di Dusun Somporan, Desa Klekean menuju Dusun Tamanarum, Desa Bandilan mengalami kerusakan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dan menghambat aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan.
Saat ini, jembatan penghubung Desa Sempol–Desa Bandilan ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Di lokasi tersebut juga ditemukan longsoran pada sayap jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 3,5 meter.
Kondisi ini menyebabkan tanah di bawah badan jalan tergerus hingga menimbulkan rongga dan retakan pada aspal.
Tim gabungan dari BPBD Bondowoso, TNI-Polri, Dinas BSBK, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Kami langsung menurunkan tim Pusdalops dan TRC ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memastikan kondisi di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan warga serta pemetaan kerusakan untuk langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori, yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa pihaknya segera menyiapkan langkah teknis.
“Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan darurat, terutama pada titik-titik jembatan yang mengalami kerusakan parah agar akses masyarakat bisa segera dipulihkan,” katanya.
BPBD Bondowoso melalui Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pendataan dan koordinasi lintas instansi untuk langkah tindak lanjut, termasuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.
- Penulis: S/A/lik



Saat ini belum ada komentar