Pasca Jembatan Ambruk, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Prajekan
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Sel, 31 Mar 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung ke lokasi memastikan penanganan cepat
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pasca ambruknya sejumlah jembatan akibat banjir luapan di Kecamatan Prajekan, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung ke lokasi terdampak pada Selasa (31/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus percepatan penanganan darurat.
Banjir yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur di tiga desa, yakni Desa Sempol, Desa Tarum, dan Desa Klekean.
Sejumlah jembatan penghubung antar desa dilaporkan ambruk dan tidak bisa dilalui, sehingga aktivitas warga terganggu.
Salah satu titik terparah berada di jembatan penghubung Desa Sempol–Desa Bandilan yang kini ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada jembatan di Dusun Dawuhan, Desa Tarum, serta akses menuju SDN Bandilan 3, 4, dan 5 di wilayah Desa Klekean.
Dalam kunjungannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia juga meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat dalam penanganan dampak bencana.
“Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga. Kami minta penanganan darurat segera dilakukan agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama,” tegasnya di lokasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Tim Pusdalops dan TRC telah diterjunkan untuk melakukan asesmen serta pendataan kerusakan di lapangan.
“Prioritas kami adalah keselamatan warga serta memastikan langkah penanganan bisa segera dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori, yang turut mendampingi bupati saat peninjauan, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan darurat agar jembatan masih bisa difungsikan sementara.
“Selanjutnya, kami akan melakukan penanganan yang bersifat sementara. Artinya, jembatan ini akan diupayakan bisa digunakan terlebih dahulu meskipun dengan berbagai keterbatasan. Secara teknis nanti akan kami atur agar tetap aman dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Ansori.
Ia menambahkan, perbaikan permanen akan dilakukan melalui mekanisme perubahan anggaran.
“Untuk penanganan jangka panjang, akan kami rencanakan pembangunan dan perbaikan permanen melalui perubahan anggaran,” pungkasnya.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar