Bersih Sungai Sentong, Langkah Nyata Bondowoso Menjawab Tantangan Krisis Iklim
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Pemkab Bondowoso menggelar Gerakan Bersih Sungai Sentong di Kelurahan Nangkaan,
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Pemkab Bondowoso menggelar Gerakan Bersih Sungai Sentong di Kelurahan Nangkaan, Sabtu (6/6/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga bumi dari ancaman krisis lingkungan dan perubahan iklim.
Mengusung semangat tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret menyelamatkan ekosistem sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan Apel Kesiapsiagaan Personel di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso.
Ratusan peserta yang terdiri dari jajaran OPD, ASN, komunitas lingkungan, hingga unsur masyarakat tampak antusias mengikuti apel sebagai simbol dimulainya gerakan bersama menjaga lingkungan.
Apel dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Solikin, SH., M.Si. Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan agenda bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Turut hadir mendampingi antara lain Asisten Administrasi Umum Setda Bondowoso Haeriah Yuliati, S.Sos., MM, Kepala Bapenda Bondowoso Slamet Yantoko, S.Sos., MM, Inspektur Daerah Agung Tri Handono, SH, Kasatpol PP Aris Agung Sungkowo, SH, serta Kepala DLH Bondowoso Ir. Henry Kurniawan, ST., MM.
Dalam arahannya, Solikin menegaskan bahwa menjaga lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Menurutnya, Gerakan Bersih Sungai Sentong merupakan momentum untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
“Perubahan besar tidak lahir dari langkah yang besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Sungai yang bersih adalah cermin peradaban masyarakat yang peduli terhadap masa depannya,” tegasnya.
Aksi ini juga menjadi wujud nyata dukungan Bondowoso terhadap agenda lingkungan nasional.
Di hari yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup meluncurkan gerakan nasional “Indonesia Memilah Sampah dari Sumber” yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Usai apel, seluruh peserta langsung bergerak menuju sepanjang aliran Sungai Sentong.
Dengan semangat gotong royong, mereka membersihkan tumpukan sampah rumah tangga, limbah plastik, hingga vegetasi liar yang berpotensi menghambat aliran sungai dan memicu banjir saat musim penghujan.
Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat. Tidak ada sekat jabatan maupun status sosial.
Semua peserta menyatu dalam satu tujuan, mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan yang bersih, sehat, dan lestari.
Kepala DLH Bondowoso, Ir. Henry Kurniawan, ST., MM, menegaskan bahwa sungai tidak boleh lagi dipandang sebagai tempat pembuangan sampah.
Sebaliknya, sungai harus dijaga sebagai aset lingkungan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan,” ujarnya.
Melalui Gerakan Bersih Sungai Sentong, Pemkab Bondowoso mengirimkan pesan kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Dari rumah, dari lingkungan terkecil, hingga tingkat komunitas, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi investasi besar bagi bumi yang lebih sehat dan masa depan generasi yang akan datang.
Karena menjaga iklim bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan bersama-sama.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar