Janji Dibuktikan! Bosda Madin Rp4,2 Miliar Cair, Pendidikan Keagamaan Tetap Jadi Prioritas
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati KH. As'ad Yahya Safi'i.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang memangkas kemampuan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap membuktikan komitmennya terhadap pendidikan keagamaan.
Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) Tahun 2026 senilai Rp4,2 miliar resmi dicairkan dan mulai masuk ke rekening sekitar 900 lembaga madrasah diniyah pada Jumat (3/7/2026) sore.
Kepastian pencairan itu disampaikan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati KH. As’ad Yahya Safi’i.
Menurutnya, Bosda Madin merupakan program strategis yang tidak boleh menjadi korban kebijakan efisiensi anggaran.
“Bosda Madin sudah dicairkan dan masuk ke rekening para penerima. Walaupun APBD mengalami penurunan, kami memastikan bantuan ini tetap dipertahankan. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah terhadap pendidikan keagamaan,” tegas As’ad.
Ia menjelaskan, kemampuan keuangan daerah mengalami penyesuaian cukup besar. Setelah APBD sempat berada di kisaran Rp2,16 triliun, anggaran turun akibat kebijakan efisiensi, sehingga APBD 2026 berada di kisaran Rp1,9 triliun.
Namun, menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan agama yang menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan keagamaan bukan sekadar program, tetapi investasi moral bagi masa depan Bondowoso. Karena itu, Bapak Bupati memberikan perhatian penuh agar Bosda Madin tetap berjalan,” ujarnya.
As’ad menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui proses verifikasi yang ketat. Hanya madrasah diniyah yang memenuhi persyaratan administratif, memiliki izin operasional, dan masih aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang berhak menerima bantuan.
Besaran dana yang diterima setiap lembaga disesuaikan dengan jumlah santri, dengan pola penggunaan mengacu pada skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak.
“Strategi kami adalah mengoptimalkan potensi daerah dan menutup setiap kebocoran anggaran. Setiap rupiah harus benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, memastikan seluruh anggaran Bosda Madin telah berhasil ditransfer.
“Total anggaran sebesar Rp4,2 miliar sudah masuk ke rekening penerima. Ada sekitar 900 lembaga madrasah diniyah yang menerima bantuan tahun ini,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap program Bosda Madin tetap dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk keberpihakan terhadap pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar