Bupati Abdul Hamid Wahid Dorong Hilirisasi UMKM, Bondowoso Siap Jadi Pusat Industri Halal dan Republik Kopi Reborn
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kecerdasan finansial masyarakat. Menurutnya
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi produk unggulan daerah melalui peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan digitalisasi ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 dan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang digelar bersama OJK dan PNM di Bondowoso, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada OJK dan PNM karena telah memilih Bondowoso sebagai lokasi peluncuran program literasi keuangan dan peningkatan kapasitas usaha.
“Kami bergembira karena apa yang pernah kami diskusikan sebelumnya kini gayung bersambut. Bondowoso membutuhkan perhatian khusus agar mampu masuk ke era digitalisasi keuangan dan meningkatkan literasi finansial masyarakat,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Menurutnya, Bondowoso selama ini dikenal sebagai produsen berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Namun, nilai tambah dari produk-produk tersebut justru lebih banyak dinikmati daerah lain karena minimnya proses pengolahan di tingkat lokal.
Ia mencontohkan produk tape khas Bondowoso yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah, sementara inovasi pengolahan dan pengemasan justru dilakukan pihak luar daerah.
“Jangan sampai nanti tape dikenal luas tetapi bukan lagi identik dengan Bondowoso. Karena itu, kemampuan berwirausaha, pengolahan produk, dan hilirisasi harus diperkuat agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat Bondowoso sendiri,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kecerdasan finansial masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memahami cara mencari uang, tetapi juga harus mampu mengelola aset dan menjadikan uang bekerja untuk kesejahteraan mereka.
“Pada tingkat yang lebih tinggi, aset bisa bekerja untuk orang. Inilah tahapan kecerdasan finansial yang harus terus ditingkatkan agar kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan secara adil dan merata,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid Wahid turut mendorong UMKM Bondowoso masuk ke sektor industri halal yang memiliki pasar global sangat besar. Ia menilai peluang tersebut masih terbuka luas bagi Indonesia.
“Kami sedang berusaha mendorong UMKM dan industri lokal masuk ke industri halal. Ironisnya, pemain besar industri halal dunia justru banyak berasal dari negara non-muslim seperti China, Korea, Jepang hingga Inggris. Padahal peluang di Indonesia sangat besar,” ujarnya.
Selain standar halal, ia juga meminta pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengemasan, identitas produk, dan standar kesehatan agar mampu menembus pasar industri berskala besar.
Tak hanya itu, Bupati juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan aglomerasi “Selingkar Ijen” bersama Kabupaten Jember dan Situbondo. Konsep tersebut difokuskan pada tiga sektor utama yakni pariwisata, ketahanan pangan, dan konektivitas wilayah.
Ia mengundang OJK dan PNM untuk turut memberikan gagasan dan dukungan dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kalau ada konsep untuk pengembangan kawasan Selingkar Ijen, kami siap menerima dan membahasnya bersama tiga kepala daerah,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Bondowoso juga menegaskan komitmennya merevitalisasi branding “Bondowoso Republik Kopi” bersama OJK sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.
Bupati menambahkan, program peningkatan kapasitas usaha yang saat ini berjalan bukan sekadar seremoni, melainkan telah dilaksanakan hingga tingkat desa dan kecamatan.
“Kegiatannya sudah berlangsung di desa-desa dan kecamatan. Yang kita dorong sekarang adalah penguatan ekosistemnya, mulai dari permodalan, peningkatan standar, sertifikasi halal, pengemasan hingga akses pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar