Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian » Bupati Bondowoso Tegas Bela Petani Tembakau: “Jangan Bunuh Rakyat dengan Regulasi”

Bupati Bondowoso Tegas Bela Petani Tembakau: “Jangan Bunuh Rakyat dengan Regulasi”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
  • visibility 50
  • comment 1 komentar

Bondowoso, Aspirasi.co.id – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan nasib petani tembakau di tengah ancaman berbagai regulasi pembatasan industri hasil tembakau yang dinilai dapat memukul perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Gelar Tanam Tembakau Tahun 2026 yang dirangkai dengan pesta rakyat bertajuk “Menanam Harapan Baru dan Menebar Benih Masa Depan” di Bondowoso, (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh petani untuk optimistis menghadapi musim tanam tahun ini. Ia berharap hasil panen tembakau Bondowoso melimpah dengan kualitas terbaik dan harga yang menguntungkan petani.

“Semoga hasil tanam tembakau tahun ini diberi keberlimpahan, hasilnya baik, harganya baik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso yang telah memprakarsai kegiatan tersebut serta menghadirkan berbagai narasumber dari tingkat provinsi hingga pusat, termasuk dari Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia.

Menurutnya, tembakau memiliki peran strategis bagi perekonomian Bondowoso.

Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang terbesar PDRB daerah, mencapai sekitar 28 persen, dan tembakau menjadi salah satu komoditas unggulan yang menopang pendapatan tersebut.

“Aktivitas penanaman tembakau menghidupi sekitar 5.000 petani. Jika dihitung dengan seluruh masyarakat yang terlibat dalam agribisnis tembakau, jumlahnya bisa berlipat-lipat karena bisnis ini melibatkan banyak pihak,” katanya.

Saat ini, luas tanam tembakau di Bondowoso mencapai ribuan hektare dan dikenal memiliki varietas unggulan yang banyak dicari industri rokok nasional karena cita rasanya yang khas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, mengungkapkan bahwa luas areal tanaman tembakau di Bondowoso pada tahun 2025 mencapai 8.544,8 hektare.

“Untuk tahun 2026 Insya Allah ada peningkatan, meskipun tidak signifikan karena saat ini sebagian data masih belum masuk dan sebagian petani juga belum melaksanakan pengolahan lahan,” ujarnya.

Mulyadi juga meluruskan terkait isu pengurangan anggaran hingga 50 persen. Menurutnya, pengurangan tersebut tidak berlaku secara keseluruhan, melainkan hanya pada sektor tertentu di bidang pertanian dan tidak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami pemotongan yang sama.

“Pengurangan 50 persen itu khusus untuk yang di pertanian tertentu, bukan keseluruhan. Jadi tidak semua OPD mendapatkan pengurangan seperti itu,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Abdul Hamid Wahid menyoroti persoalan kualitas fermentasi tembakau yang dinilai mulai tercampur dengan kualitas lain di lapangan sehingga berdampak pada penurunan mutu produk unggulan Bondowoso.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari perusahaan rokok besar, sekitar 30 persen tembakau prioritas asal Bondowoso harus disortir ulang karena persoalan kualitas.

“Kita perlu langkah bersama, termasuk kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kualitas agar tembakau Bondowoso tetap menjadi nomor satu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid Wahid juga menyinggung rencana kebijakan pemerintah pusat terkait aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024 yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan petani tembakau dan industri hasil tembakau nasional.

Ia mengaku telah lama mengikuti pembahasan regulasi pembatasan kadar tar dan nikotin sejak masih bekerja di DPR RI pada periode 2004–2014.

Menurutnya, dorongan pembatasan tersebut sangat kuat, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun ia menilai pemerintah harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi sebelum menerbitkan aturan baru.

“Kita ingin regulasi itu tidak dikeluarkan sebelum ada solusi. Jangan sampai regulasi justru membunuh masyarakat yang hidup dari tembakau,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti besarnya kontribusi industri hasil tembakau terhadap pendapatan negara yang mencapai sekitar Rp340 triliun atau hampir 10 persen dari total penerimaan negara.

“Di satu sisi tembakau dibatasi, tapi di sisi lain negara juga mengambil manfaat besar dari cukai dan penerimaan sektor ini,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Pemkab Bondowoso terus menggulirkan berbagai program bantuan, mulai dari bantuan sarana pertanian, penguatan kualitas produksi, hingga perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan bagi petani.

Meski demikian, ia mengaku Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Bondowoso mengalami penurunan signifikan, dari sekitar Rp64 miliar menjadi Rp34 miliar.

“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar daerah penghasil tembakau seperti Bondowoso tetap mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh petani menjaga kualitas tanam dan menerapkan pola budidaya sesuai standar agar tembakau Bondowoso tetap menjadi primadona nasional.

“Mari kita awali musim tanam ini dengan baik, merawat tanaman dengan sungguh-sungguh, dan berharap pemerintah terus memberikan dukungan nyata kepada petani,” pungkasnya

  • Penulis: Redaksi

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Kamtibmas, Kapolres Bondowoso Gaspol Implementasi Arahan Kakorbinmas Polri

    Perkuat Kamtibmas, Kapolres Bondowoso Gaspol Implementasi Arahan Kakorbinmas Polri

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Komitmen memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tak main-main. Kapolres Bondowoso turun langsung memastikan arahan Kakorbinmas Polri benar-benar dijalankan hingga ke level terbawah. Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran Bhabinkamtibmas mengikuti Zoom Meeting arahan Kakorbinmas Baharkam Polri yang digelar untuk seluruh jajaran Polda Jawa Timur. Kegiatan […]

  • Bapenda Bondowoso Intensifkan Monev Pemasangan Aplikasi Pajak Daerah di Hotel dan Restoran

    Bapenda Bondowoso Intensifkan Monev Pemasangan Aplikasi Pajak Daerah di Hotel dan Restoran

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle S/A
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus mengakselerasi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemasangan aplikasi pajak daerah pada sektor usaha perhotelan dan restoran. Upaya ini diperkuat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan bersama Bank Jatim, sebagai mitra pendukung sistem transaksi digital. Dalam rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini, tim […]

  • Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Dorong Kesadaran dan Disiplin Berlalu Lintas

    Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Dorong Kesadaran dan Disiplin Berlalu Lintas

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Malik
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jember, Aspirasi.co.id – Polres Jember Polda Jawa Timur resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Darmawan, menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan pada penertiban pengendara roda dua maupun roda empat yang masih kerap melakukan pelanggaran lalu lintas. “Sejumlah pelanggaran […]

  • Polsek Sukosari Serahkan Bibit Jagung P40 untuk Kemandirian Pangan Pesantren Manbaul Ulum

    Polsek Sukosari Serahkan Bibit Jagung P40 untuk Kemandirian Pangan Pesantren Manbaul Ulum

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Sebagai wujud sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, Polsek Sukosari secara simbolis menyerahkan bantuan bibit jagung unggul jenis P40 kepada Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Nurul Jamal Habaib, yang berlokasi di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Rabu (6/8/2025). Penyerahan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, […]

  • Kapolres Kediri Kota Kukuhkan Pamapta,

    Kapolres Kediri Kota Kukuhkan Pamapta, Wujudkan Polisi yang Cepat, Sigap, dan Profesional di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kota Kediri, Aspirasi.co.id – Polres Kediri Kota Polda Jatim terus melangkah maju dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan humanis. Langkah konkret itu diwujudkan dengan pengukuhan Pamapta (Perwira Pengendali Operasional di Lapangan) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, di Halaman Apel Mako Polres Kediri Kota, Kamis (23/10/2025). Dalam arahannya, […]

  • Ratusan Personel Polresta Sidoarjo Berjibaku Bersihkan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny

    Ratusan Personel Polresta Sidoarjo Berjibaku Bersihkan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Tim
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Aspirasi.co.id – Proses pencarian korban hari kelima di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilakukan dengan alat berat,Jumat (3/10). Ratusan personel Polresta Sidoarjo dan Brimob Polda Jatim membersihkan puing-puing material bangunan pada proses evakuasi korban. Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan Polresta Sidoarjo menerjunkan 208 personel untuk penanganan peristiwa robohnya bangunan di Ponpes […]

expand_less