Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » “Rakyat Menunggu!” Ahmad Dhafir Sentil Pejabat Bondowoso yang Bangga Jabatan

“Rakyat Menunggu!” Ahmad Dhafir Sentil Pejabat Bondowoso yang Bangga Jabatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, melontarkan kritik tajam terhadap jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia mengingatkan, jabatan bukan sekadar kedudukan yang patut dibanggakan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui pelayanan publik, koordinasi yang solid, dan percepatan pembangunan.

Pesan keras itu bukan tanpa alasan. Ahmad Dhafir menyoroti pentingnya keselarasan langkah antara pimpinan daerah dan birokrasi, terutama ketika berhadapan dengan urusan administrasi yang berpotensi menghambat realisasi program pembangunan.

Menurutnya, pejabat yang dipercaya bupati untuk memimpin OPD semestinya memahami bahwa jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar terhadap kepentingan masyarakat.

“Jangan hanya bangga dengan jabatan. Para pejabat harus memahami bahwa jabatan yang diberikan oleh bupati itu merupakan amanah. Semuanya bermuara pada koordinasi yang baik,” tegas Ahmad Dhafir, Sabtu (17/10/2026).

Bagi Dhafir, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada tingginya posisi struktural yang diduduki, melainkan pada kemampuannya menerjemahkan kebijakan menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Evaluasi APBD Disorot, Jangan Sampai Pembangunan Kehilangan Waktu

Kritik Ahmad Dhafir semakin tajam ketika menyinggung proses evaluasi gubernur terhadap perubahan APBD Bondowoso. Ia mempertanyakan lambannya proses administrasi yang, berdasarkan penjelasannya, telah berlangsung mendekati satu bulan, sementara ketentuan yang ia rujuk menyebut batas waktu evaluasi paling lama 14 hari.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan anggaran terus berjalan. Ketika proses administrasi tidak segera tuntas, tahapan berikutnya berpotensi ikut mundur dan mempersempit waktu pelaksanaan program.

Dhafir menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan sekadar upaya mencari pihak yang patut disalahkan. Ia ingin setiap unsur pemerintahan memahami kewenangan dan tanggung jawabnya agar hambatan administratif tidak dibiarkan berlarut-larut.

Dalam tata kelola pemerintahan, menurut semangat kritik tersebut, dokumen bukan sekadar berkas yang berpindah dari satu meja ke meja lain. Di balik setiap tahapan administrasi, ada program pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang menunggu kepastian.

“Jadi Aneh Kan, Apa Dikira Saya Tidak Mengikuti?”

Ahmad Dhafir juga mengungkapkan perkembangan informasi mengenai evaluasi gubernur yang, setelah dirinya melontarkan kritik, baru disampaikan kepadanya bahwa proses tersebut telah diterima.

“Jadi aneh kan, apa dikira saya tidak mengikuti,” tegasnya.

Ia kemudian menyatakan segera mengatur penerbitan surat keputusan pimpinan dan meminta Sekretariat DPRD menindaklanjuti tahapan yang menjadi kewenangannya.

Bahkan, ia mengaku proses penandatanganan dokumen dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Langkah tersebut diambil untuk mengejar waktu pelaksanaan anggaran yang semakin terbatas.

“Kenapa? Karena rakyat menunggu,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa percepatan kerja birokrasi tidak semestinya berhenti pada alasan prosedural. Setiap tahapan perlu dikawal, setiap kendala harus dikomunikasikan, dan setiap kewenangan harus dijalankan tepat waktu.

Belajar dari SiLPA, Jangan Biarkan Anggaran Kehilangan Manfaat

Dhafir turut mengingatkan pengalaman tahun anggaran 2025 ketika SiLPA atau sisa lebih pembiayaan anggaran disebut cukup besar.

Menurutnya, besarnya SiLPA tidak serta-merta berarti anggaran sengaja disimpan. Kondisi tersebut juga dapat terjadi ketika pekerjaan tidak selesai atau penyerapan anggaran tidak mencapai target dalam waktu yang tersedia.

Ia menyoroti batas waktu penutupan kas pada akhir Desember sebagai salah satu faktor yang membuat keterlambatan pelaksanaan berisiko menggagalkan penyelesaian pekerjaan dalam tahun anggaran berjalan.

Karena itu, ia menilai koordinasi sejak awal, kesiapan administrasi, dan pengendalian jadwal harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah.

Sebab, anggaran yang telah direncanakan belum otomatis menghadirkan manfaat apabila pelaksanaannya tersendat. Semakin sempit waktu yang tersisa, semakin besar pula risiko program tidak dapat dituntaskan sesuai target.

Namun, percepatan tetap harus dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan tata kelola keuangan daerah. Prosedur wajib dipatuhi, tetapi setiap potensi keterlambatan juga perlu segera diidentifikasi dan dicarikan penyelesaiannya.

Jabatan Bukan untuk Dibanggakan, tetapi Dibuktikan

Kritik Ahmad Dhafir pada akhirnya mengarah pada satu persoalan mendasar: tanggung jawab pejabat publik terhadap masyarakat.

Jabatan yang diberikan melalui mekanisme pemerintahan harus dibarengi pemahaman terhadap regulasi, kemampuan membangun koordinasi, serta kesanggupan menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal.

Pejabat tidak cukup hanya menunggu instruksi atau merasa tugasnya selesai setelah dokumen ditandatangani. Mereka dituntut aktif memastikan setiap tahapan berjalan, hambatan segera dilaporkan, dan solusi ditempuh sesuai kewenangan masing-masing.

Bagi masyarakat, yang terpenting bukan seberapa tinggi jabatan seseorang atau seberapa banyak rapat yang digelar. Ukurannya adalah apakah program berjalan, pelayanan membaik, dan pembangunan benar-benar dirasakan.

Pesan Dhafir pun menjadi pengingat keras bagi birokrasi Bondowoso: jabatan adalah amanah, koordinasi adalah kewajiban, dan hasil kerja harus kembali kepada rakyat.

Sebab, ketika waktu anggaran terus berjalan, masyarakat tidak cukup hanya diberi penjelasan. Mereka menunggu bukti nyata dari pembangunan yang telah direncanakan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Keselamatan Semeru 2026: Polres Jember Lakukan Ramp Check dan Tes Kesehatan Awak Bus Demi Keselamatan

    Operasi Keselamatan Semeru 2026: Polres Jember Lakukan Ramp Check dan Tes Kesehatan Awak Bus Demi Keselamatan

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Malik
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Jember, Aspirasi.co.id – Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Jember terus mengintensifkan langkah preventif melalui pemeriksaan armada angkutan umum. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) sebagai bagian dari operasi serentak jajaran Polda Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, petugas mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui langkah preemtif, preventif, hingga represif, khususnya terhadap […]

  • 9.035 Personel dikerahkan untuk Amankan HUT ke-80 RI

    9.035 Personel dikerahkan untuk Amankan HUT ke-80 RI

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Tim
    • visibility 334
    • 0Komentar

    JAKARTA, Aspirasi.co.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia menurunkan 9.035 personel dalam Operasi Merdeka Jaya 2025 guna mengamankan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8). Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 400 ribu masyarakat di sejumlah titik utama Ibu Kota, seperti Monas, Istana Negara, dan sekitarnya. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho […]

  • Polres Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah Masyarakat dan Driver Ojol Sumringah

    Suasana Car Free Day, Polres Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah Masyarakat dan Driver Ojol Sumringah

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle ***
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Gresik, Aspirasi.co.id – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Minggu (21/9/2025), tampak berbeda. Polres Gresik Polda Jatim menghadirkan aksi sosial bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang langsung disambut antusias warga. Kegiatan ini dipimpin Kasat Binmas Polres Gresik, AKP Alimuddin Nasution, bersama sejumlah personel, di antaranya Aiptu Syaiful BY, Aiptu Prayitno, dan […]

  • Santri Jadi Pelopor Ketahanan Pangan: Penanaman Jagung Serentak se-Jawa Timur Digelar di Ponpes Manbaul Ulum

    Santri Jadi Pelopor Ketahanan Pangan: Penanaman Jagung Serentak se-Jawa Timur Digelar di Ponpes Manbaul Ulum

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pondok Pesantren Manbaul Ulum di Desa Kerang Sukosari, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Bersama Santri se-Jawa Timur, yang digelar secara serentak pada hari ini Rabu, (6/8/2028). Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pesantren dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Zoom Diikuti oleh para […]

  • Gerindra Ingatkan APBD 2026 Harus Tegak untuk Rakyat, Bukan Sekadar Angka di Kertas

    Gerindra Ingatkan APBD 2026 Harus Tegak untuk Rakyat, Bukan Sekadar Angka di Kertas

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bondowoso menyampaikan pandangan umumnya terkait Raperda APBD 2026 dan Raperda Perumdam Ijen Tirta dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (11/11/2025). Melalui juru bicaranya, Abd Majid, S.Pd, Fraksi Gerindra menegaskan bahwa APBD 2026 harus berpihak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar memenuhi aspek formalitas anggaran. Fraksi Gerindra menyoroti […]

  • Polda Jatim Bongkar Fakta Kerusuhan Surabaya: 315 Orang Diamankan, 33 Jadi Tersangka

    Polda Jatim Bongkar Fakta Kerusuhan Surabaya: 315 Orang Diamankan, 33 Jadi Tersangka

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle ***
    • visibility 254
    • 0Komentar

    SURABAYA, Aspirasi.co.id – Polda Jawa Timur menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kota Surabaya beberapa waktu lalu bukanlah bagian dari aksi damai, melainkan murni tindak pidana oleh massa perusuh. Dalam pengungkapan kasus ini, 315 orang diamankan, terdiri dari 187 orang dewasa dan 128 anak di bawah umur. Dari jumlah itu, 33 orang ditetapkan sebagai tersangka, […]

expand_less