Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » BKN Sentil Birokrasi Bondowoso: Jangan Bangga Punya Aplikasi, Ukur Berapa Masalah Rakyat yang Tuntas!

BKN Sentil Birokrasi Bondowoso: Jangan Bangga Punya Aplikasi, Ukur Berapa Masalah Rakyat yang Tuntas!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 32 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, melontarkan pesan tajam kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Ia mengingatkan, keberhasilan birokrasi tidak cukup diukur dari banyaknya inovasi, aplikasi, atau program yang dibuat, tetapi dari seberapa banyak persoalan masyarakat yang benar-benar berhasil diselesaikan, (23/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di Bondowoso. Di hadapan Bupati dan jajaran pejabat pemerintah daerah, Zudan mendorong perubahan pola pikir birokrasi agar lebih berorientasi pada hasil dan kebutuhan masyarakat.

“Banyak inovasi harus menghasilkan banyak masalah yang diselesaikan. Semakin banyak inovasi, harus semakin banyak keluhan masyarakat yang bisa kita selesaikan,” tegas Zudan.

Menurutnya, laporan kinerja pemerintah seharusnya tidak berhenti pada angka pembangunan aplikasi atau pelaksanaan kegiatan. Ukuran keberhasilan mesti menyentuh hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Ia mencontohkan, program pelayanan administrasi kependudukan tidak semestinya hanya dilaporkan berdasarkan jumlah kegiatan atau sistem yang dibangun.

Pemerintah perlu menunjukkan berapa banyak warga yang telah mendapatkan KTP elektronik, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya.

Pelayanan jemput bola ke desa, sekolah, hingga pesantren juga dinilai penting agar masyarakat tidak harus menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya hanya untuk mendapatkan dokumen administrasi.

“Yang kita jelaskan kepada masyarakat bukan proses, bukan alat, bukan inovasi, tetapi berapa masalah yang selesai dan berapa keluhan yang bisa kita tuntaskan,” ujarnya.

SOP 14 Hari, Zudan Tantang Pemkab Berubah

Zudan juga menyoroti standar pelayanan publik yang dinilainya harus menyesuaikan perkembangan zaman.

Menurut dia, masyarakat kini terbiasa dengan layanan digital yang cepat. Transaksi perbankan dapat dilakukan secara langsung melalui telepon genggam tanpa harus datang ke kantor. Perubahan tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi birokrasi pemerintahan.

Ia mempertanyakan apakah masih terdapat pelayanan publik di Bondowoso yang membutuhkan waktu tujuh hingga 14 hari untuk diselesaikan.

“Pertanyaannya, sekarang masih ada tidak di Kabupaten Bondowoso SOP layanan publik yang lebih dari tujuh hari? Kalau masih ada, berarti kita hidup di 20 tahun yang lalu,” sindirnya.

Zudan mendorong jajaran pemerintah daerah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP), terutama layanan yang sebenarnya bisa dipercepat melalui penyederhanaan proses dan pemanfaatan teknologi.

Baginya, masyarakat bukan sekadar pemohon yang harus mengikuti panjangnya alur birokrasi. Justru pemerintah yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan warga.

Perubahan orientasi tersebut, kata dia, menjadi kunci agar pelayanan pemerintah semakin mudah, cepat, dan responsif.

ASN Bahagia, Kinerja Lebih Optimal

Tak hanya soal pelayanan, Zudan turut menyinggung pentingnya kesejahteraan dan kedekatan ASN dengan keluarga.

Ia menceritakan pengalaman pribadi ketika harus menjalani kehidupan rumah tangga jarak jauh selama bertahun-tahun akibat penugasan. Bahkan, selama bekerja di Kementerian Dalam Negeri, ia terbiasa menempuh perjalanan panjang dari Bekasi menuju kawasan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa persoalan keluarga dapat menjadi beban tersendiri bagi ASN.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah Pemkab Bondowoso yang berupaya mendekatkan tempat kerja ASN dengan domisili keluarga melalui program penataan penempatan pegawai.

Zudan menyebut, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jarak rata-rata perjalanan ASN yang sebelumnya sekitar 22 kilometer telah berkurang menjadi enam kilometer.

Menurutnya, kebijakan semacam itu patut didorong karena ASN yang memiliki kondisi fisik lebih bugar, pikiran segar, dan ketenangan keluarga berpeluang bekerja lebih optimal.

Ia juga meminta agar pengalaman positif para ASN tersebut dipublikasikan melalui media sosial pemerintah daerah sebagai bagian dari penyebarluasan praktik baik reformasi birokrasi.

Target Kinerja Jangan Berhenti di Atas Kertas

Dalam kesempatan itu, Zudan mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan program tahun anggaran 2026 semakin terbatas.

Karena itu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mengevaluasi capaian target kinerja dan memastikan program yang direncanakan benar-benar menghasilkan manfaat.

Menurutnya, visi dan misi kepala daerah harus diterjemahkan menjadi program serta kegiatan yang terukur. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anggaran yang dibelanjakan mampu menjawab persoalan warga.

Ia menegaskan, arah pembangunan daerah harus sejalan dengan visi dan misi Pemkab Bondowoso, mulai dari penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan dan kebudayaan.

Seluruh ASN, lanjutnya, boleh memiliki pandangan berbeda dalam memahami pekerjaan. Namun, arah pelaksanaan tugas harus tetap satu, yakni mewujudkan tujuan pembangunan daerah.

Zudan juga menyinggung pentingnya digitalisasi administrasi kepegawaian. Ia menyebut BKN telah menyediakan lemari digital bagi ASN untuk menyimpan dokumen kepegawaian secara elektronik sehingga pegawai tidak perlu selalu datang langsung ke kantor BKN untuk mengurus dokumen.

Bondowoso Didorong Kembangkan Layanan Kesehatan dari Rumah

Sorotan lain muncul ketika Zudan mendorong Pemkab Bondowoso memperluas pelayanan publik berbasis digital, termasuk di sektor kesehatan.

Ia mempertanyakan kemungkinan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dari rumah sebelum memutuskan datang ke puskesmas atau rumah sakit.

Gagasan itu mengarah pada pengembangan layanan home care berbasis aplikasi yang dapat memudahkan warga memperoleh informasi dan bantuan medis.

Dalam sesi tersebut, Dr. Yasin menjelaskan bahwa Bondowoso telah memiliki layanan PSC 119 dengan dukungan armada ambulans. Zudan mendorong agar fasilitas yang tersedia dapat dioptimalkan dan diintegrasikan dengan konsep pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia bahkan menyarankan agar identitas layanan dibuat dengan menonjolkan nama Bondowoso sehingga masyarakat mudah mengenali layanan resmi pemerintah daerah.

Konsep tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk mempermudah warga memperoleh konsultasi, informasi rujukan, serta bantuan transportasi medis sesuai kebutuhan dan kemampuan layanan yang tersedia.

Ukuran Keberhasilan: Rakyat Merasakan Manfaat

Pesan utama Zudan dalam kunjungan kerja itu jelas: birokrasi tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif dan sekadar mengejar angka kegiatan.

Inovasi, aplikasi, digitalisasi, dan penataan ASN harus menjadi alat untuk menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar pelengkap laporan kinerja.

Bagi Pemkab Bondowoso, tantangannya adalah memastikan setiap program memiliki dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui pelayanan yang lebih cepat, pengurusan dokumen yang semakin mudah, maupun akses kesehatan yang lebih dekat.

Sebab, keberhasilan pemerintah pada akhirnya bukan ditentukan oleh seberapa banyak program yang diumumkan, melainkan seberapa banyak persoalan warga yang berhasil dituntaskan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bondowoso Pererat Sinergi dengan Insan Pers, AJIB Tegaskan Komitmen Profesional dan Solid

    Kapolres Bondowoso Pererat Sinergi dengan Insan Pers, AJIB Tegaskan Komitmen Profesional dan Solid

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 119
    • 3Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers terus dibangun Kapolres Bondowoso bersama jajaran. Hal itu terlihat saat kunjungan silaturahmi ke Kantor Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB) di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso, Senin (18/5/2026). Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Momen itu menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan para […]

  • Personel Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Berhasil Temukan Korban Hanyut di Bendungan Sampean Baru

    Personel Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Berhasil Temukan Korban Hanyut di Bendungan Sampean Baru

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Lik
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Teka-teki pencarian korban hanyut di aliran Sungai Sampean Baru akhirnya terjawab. Setelah tiga hari operasi tanpa henti, tim gabungan yang terdiri dari Polres Bondowoso, BPBD Kabupaten Bondowoso, TNI, Basarnas, PMI, serta relawan, berhasil menemukan korban pada Sabtu pagi (24/1/2026). Korban diketahui bernama Adi Yanto (45), warga Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok. Jenazah […]

  • Pemkab Bondowoso

    Pemkab Bondowoso Gelar Rakor Sinergitas, Bahas Stabilitas Wilayah dan Isu Strategis Kawasan Ijen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Dalam upaya memperkuat koordinasi lintas sektor serta menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas di Pendopo Raden Bagus Asra (RBA) Bupati Bondowoso, (4/8/2025). Rakor ini dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., didampingi oleh Wakil Bupati, As’ad Yahya Syafi’i, S.E. Rakor tersebut dihadiri […]

  • Kebakaran Gudang Kesenian SMP Wringin, Api Menjalar dari Pembakaran Sampah

    Kebakaran Gudang Kesenian SMP Wringin, Api Menjalar dari Pembakaran Sampah

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle S/A/lik
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Kebakaran menghanguskan sebagian Gudang Kesenian SMP Wringin di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Jatitamban, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/8/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB dan laporan diterima petugas pemadam kebakaran (Damkar) hanya tiga menit kemudian, sekitar pukul 09.48 WIB. Berdasarkan laporan Damkar Bondowoso, api diduga bermula dari pembakaran sampah di […]

  • Misi Kemanusiaan Tuntas! Kapolres Aryo Apresiasi Tim Gabungan, Dua Jenazah Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi

    Misi Kemanusiaan Tuntas! Kapolres Aryo Apresiasi Tim Gabungan, Dua Jenazah Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Malik
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Operasi evakuasi dua jenazah korban yang ditemukan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dituntaskan. Setelah menempuh medan terjal dan penuh risiko, tim gabungan berhasil membawa kedua jenazah turun dari lokasi penemuan hingga tiba di Kabupaten Bondowoso sekitar pukul 20.00 WIB sebelum langsung dibawa ke ruang jenazah RS […]

  • Sorak Kemenangan di GOR Pelita: Dandim Cup I Lahirkan Juara dan Semangat Kebersamaan

    Sorak Kemenangan di GOR Pelita: Dandim Cup I Lahirkan Juara dan Semangat Kebersamaan

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Sukri
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Riuh tepuk tangan dan teriakan penonton menggema di GOR Pelita Bondowoso, Sabtu malam (18/10), saat laga pamungkas Dandim Futsal Cup I Tahun 2025 berlangsung sengit. Turnamen yang digagas Kodim 0822 Bondowoso dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80 itu akhirnya menobatkan MAN 1 Bondowoso sebagai juara, setelah menundukkan perlawanan tangguh dari MA Al […]

expand_less