Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kopi Bondowoso Bidik Eropa dan Swiss! ILO Gaspol, 2.000 Petani Disiapkan Naik Kelas

Kopi Bondowoso Bidik Eropa dan Swiss! ILO Gaspol, 2.000 Petani Disiapkan Naik Kelas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

BONDOWOSO, Aspirasi.co.id — Kopi Bondowoso tak lagi sekadar bicara soal panen dan biji berkualitas. Kini, komoditas unggulan daerah ini didorong menembus pasar Eropa hingga Swiss, dengan harapan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pekerja di sepanjang rantai usaha kopi.

Melalui program Promise II Impact, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) mendorong penguatan ekosistem kopi Bondowoso agar lebih kompetitif, memiliki jangkauan pasar yang luas, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.

National Project Coordinator Promise II Impact dari ILO, Tomas Sugiono, menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada dua ekosistem kopi dengan sasaran sekitar 2.000 petani.

Targetnya bukan sekadar meningkatkan produksi, melainkan membangun mata rantai usaha yang lebih kuat, memperluas akses perdagangan, serta mendorong peningkatan pendapatan para pelaku usaha kopi dari hulu hingga hilir.

Pasar Eropa dan Swiss Jadi Bidikan

Peluang kopi Bondowoso untuk menjangkau pasar internasional menjadi salah satu fokus pengembangan. Eropa dan Swiss masuk dalam sasaran pemasaran yang ingin ditembus melalui kolaborasi lintas sektor.

Upaya ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, BUMD Bondowoso Gemilang, serta mitra SIPO yang turut membantu mempromosikan kopi lokal ke pasar tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada promosi semata. Lebih dari itu, kopi Bondowoso perlu memiliki akses yang berkelanjutan kepada pembeli, sehingga peluang pasar internasional dapat berkembang menjadi hubungan perdagangan yang nyata.

Tantangannya, pasar global bukan hanya soal siapa yang mampu menawarkan produk. Konsistensi mutu, kepastian pasokan, ketertelusuran produk, serta pemenuhan standar yang diminta pembeli menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Karena itu, penguatan ekosistem kopi menjadi langkah strategis. Produk yang berkualitas harus ditopang tata kelola usaha yang baik agar peluang ekspor tidak hanya menjadi wacana, tetapi berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Ijen dan Argopuro Jadi Titik Awal

Pengembangan program Promise II Impact pada tahap awal menyasar dua ekosistem kopi yang memiliki kelompok pelaku usaha sebagai titik penggerak.

Pertama, ekosistem kopi wilayah Ijen yang dikaitkan dengan kelompok Haji Tohari. Kedua, ekosistem Argopuro melalui KUB DOA yang dikaitkan dengan kelompok Haji Dani.

Kedua wilayah tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha, meningkatkan kapasitas, dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dengan sasaran sekitar 2.000 petani, program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi usaha kopi secara lebih terarah. Namun, capaian program nantinya tidak cukup diukur dari jumlah petani yang terjangkau. Perubahan kualitas usaha, akses terhadap pembeli, serta peningkatan pendapatan juga menjadi indikator penting.

Sebab, nilai ekonomi kopi tidak hanya ditentukan saat buah dipetik dari kebun. Proses pascapanen, pengolahan, pengendalian mutu, pembiayaan, hingga kemampuan menjalin hubungan dengan pembeli turut menentukan nilai jual produk.

Semakin kuat hubungan di antara tahapan tersebut, semakin besar pula peluang pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing.

Jangan Sampai Pasar Meluas, Petani Tetap Jalan di Tempat

Di balik ambisi menembus pasar internasional, ada pekerjaan penting yang tidak boleh diabaikan: memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan petani dan pekerja.

Program Promise II Impact menempatkan peningkatan pendapatan pelaku di sepanjang rantai nilai kopi sebagai salah satu sasaran pengembangan. Artinya, keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari promosi produk atau terbukanya peluang perdagangan.

Petani perlu memperoleh manfaat dari peningkatan nilai jual, sementara pekerja dan pelaku usaha terkait juga diharapkan memiliki kesempatan ekonomi yang lebih baik.

Untuk mencapai tujuan itu, sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, kelompok petani, dan mitra pemasaran perlu dibangun secara konsisten. Masing-masing memiliki peran dalam memperkuat kapasitas produksi, menjaga kualitas, serta menghubungkan kopi Bondowoso dengan pasar yang lebih luas.

Pada saat yang sama, perkembangan program perlu dilihat melalui hasil yang terukur. Mulai dari akses pasar yang berhasil dibuka, keberlanjutan kerja sama dengan pembeli, hingga perubahan pendapatan petani dan pekerja.

Dengan ukuran tersebut, pengembangan ekosistem kopi dapat dinilai berdasarkan dampaknya, bukan semata-mata besarnya target yang dicanangkan.

Kopi Unggulan Harus Berbuah Kesejahteraan

Pengembangan ekosistem Ijen dan Argopuro diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat sektor kopi Bondowoso secara lebih luas.

Jika berjalan sesuai sasaran, pendekatan ini berpotensi menjadi model pengembangan yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan menyesuaikan karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing ekosistem.

Bagi Bondowoso, peluang menembus Eropa dan Swiss menjadi momentum untuk memperkuat posisi kopi lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Namun, ujian sesungguhnya bukan hanya seberapa jauh kopi Bondowoso mampu melangkah ke pasar dunia.

Yang lebih menentukan adalah seberapa besar peluang tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat yang berada di balik setiap biji kopi.

Sebab, kopi Bondowoso baru benar-benar naik kelas ketika pasar semakin luas, usaha semakin kuat, dan petani ikut menikmati hasilnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bondowoso Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Ahmad Dhafir: Semua Penggunaan Anggaran Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

    Bondowoso Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Ahmad Dhafir: Semua Penggunaan Anggaran Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle S/A/lik
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran daerah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut Dhafir, sebelum pembahasan di DPRD dilakukan, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah […]

  • Angin Puting Beliung Terjang Sukosari, Polri Tancap Gas Amankan Warga

    Angin Puting Beliung Terjang Sukosari, Polri Tancap Gas Amankan Warga

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle S/A/lik
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Terjangan angin puting beliung yang datang tiba-tiba di Bondowoso sempat memecah kepanikan warga. Namun, kehadiran cepat jajaran Polri di titik terdampak menjadi penenang situasi, memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Bencana alam tersebut menerjang Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, pada Kamis (2/4/2026). Dampaknya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, […]

  • Gerak Serentak Jelang Lebaran, Polres dan Forkopimda Amankan Bapokting

    Gerak Serentak Jelang Lebaran, Polres dan Forkopimda Amankan Bapokting

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, jajaran Polres Bondowoso bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pengawasan intensif terhadap harga dan distribusi bahan pokok penting (bapokting). Dipimpin langsung oleh Kanit Pidsus IPDA Bayu Aji, S.H., M.H., tim gabungan turun ke berbagai titik strategis, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, hingga fasilitas vital seperti SPBE […]

  • Polres Bondowoso Ringkus Pelaku Curanmor, Satu Komplotan Masih Diburu Polisi

    Polres Bondowoso Ringkus Pelaku Curanmor, Satu Komplotan Masih Diburu Polisi

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle S/A/lik
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso berhasil membongkar kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di Kecamatan Klabang. Dalam pengungkapan tersebut, seorang pelaku berhasil diringkus, sementara satu anggota komplotannya masih buron dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus ini diungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/246/VII/2026/SPKT/Polres Bondowoso/Polda Jawa Timur, tertanggal 31 Juli […]

  • Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Si Humas Ipda Untoro mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan setelah adanya laporan pencurian di TPQ Roudhotul Ta’alim

    Polisi Berhasil Amankan Residivis Curanmor Pembobol Sekolah di Lumajang

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle aurel
    • visibility 258
    • 0Komentar

    LUMAJANG, Aspirasi.co.id – Satreskrim Polres Lumajang Polda Jatim berhasil meringkus seorang pria berinisial DP (30), warga Desa Gedangemas Kecamatan Randuagung, yang dikenal sebagai spesialis pencurian di sekolah-sekolah. Pelaku diamankan di rumahnya pada Jumat (12/9/2025), setelah sebelumnya melakukan aksi pencurian di berbagai lokasi. Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Si Humas Ipda Untoro […]

  • Lansia 84 Tahun Dilaporkan Hilang di Curahdami, BPBD Bondowoso Lanjutkan Pencarian Bersama Warga

    Lansia 84 Tahun Dilaporkan Hilang di Curahdami, BPBD Bondowoso Lanjutkan Pencarian Bersama Warga

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Seorang warga lanjut usia dilaporkan hilang di wilayah Dusun Krajan, Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Hingga Kamis (25/12/2025), korban bernama Tumani (84) belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Bondowoso, peristiwa orang hilang tersebut diketahui terjadi sejak Rabu dini hari, 24 […]

expand_less