Sistem Sudah Digital, Integritas Jadi Taruhan! Bondowoso Benahi Mini Kompetisi Konstruksi
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Transparansi Bukan Sekadar Sistem, Integritas Jadi Penentu
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperkuat pemahaman pelaku pengadaan barang dan jasa serta penyedia konstruksi terhadap mekanisme mini kompetisi dalam katalog elektronik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan transparan, sesuai regulasi, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengusaha lokal, (22/10/2026).
Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik mini kompetisi pekerjaan konstruksi, para Pejabat Pengadaan (PP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja (Pokja), dan penyedia jasa konstruksi dibekali pemahaman mulai dari penyusunan dokumen kompetisi, tata cara penawaran, hingga evaluasi dan penetapan pemenang.
Narasumber Mustofa menjelaskan, pelaksanaan mini kompetisi harus mengacu pada regulasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), termasuk ketentuan katalog elektronik dan pedoman terbaru pengadaan barang/jasa pemerintah melalui penyedia.
Menurutnya, penyusunan dokumen kompetisi menjadi salah satu tahapan penting yang harus dipahami oleh PP maupun Pokja. Sebab, dokumen tersebut menjadi acuan bagi penyedia dalam menyampaikan penawaran sekaligus dasar dalam proses evaluasi.
“Teman-teman harus memahami bagaimana mini kompetisi pekerjaan konstruksi dilaksanakan, apa saja persyaratannya, serta bagaimana cara mengevaluasi penawaran,” jelas Mustofa.
Ia menerangkan, karena format baku dokumen kompetisi yang secara khusus digunakan untuk kebutuhan tersebut belum tersedia dalam referensi yang dipakainya, penyusunan dokumen sementara mengadopsi referensi dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dengan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Materi sosialisasi tidak berhenti pada teori. Peserta juga dijadwalkan mengikuti praktik pembuatan paket kompetisi melalui aplikasi latihan, dilanjutkan simulasi penawaran oleh penyedia hingga proses evaluasi dan penetapan pemenang.
Dengan pola tersebut, seluruh pihak diharapkan memahami alur pengadaan secara utuh, sehingga potensi kesalahan administrasi maupun kekeliruan dalam evaluasi dapat diminimalkan.
Transparansi Bukan Sekadar Sistem, Integritas Jadi Penentu
Kepala Bidang Pengadaan Barang dan Jasa, Eko Pribadi, menegaskan bahwa perubahan regulasi harus diikuti peningkatan pemahaman dan komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan.
Menurutnya, mekanisme mini kompetisi diharapkan membuat proses pengadaan semakin jelas dan terukur, terutama dalam penyusunan dokumen serta penilaian penawaran.
“Sekarang kita sama-sama belajar. Penyedia juga harus memahami dokumen kompetisi dan cara penilaiannya, sehingga prosesnya bisa berjalan lebih transparan,” ungkap Eko.
Ia menekankan, keberadaan sistem elektronik dan aturan yang semakin terperinci harus dibarengi integritas pelaksana. Sebab, kualitas pengadaan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh objektivitas saat melakukan evaluasi.
Eko mencontohkan, persyaratan yang tidak bersifat menggugurkan semestinya tidak dijadikan alasan untuk menggugurkan peserta. Karena itu, evaluator harus berpegang pada ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan penilaian subjektif.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya afirmasi terhadap pengusaha lokal Bondowoso. Menurutnya, percepatan pengadaan harus menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kapasitas dan berpartisipasi dalam pembangunan di wilayahnya sendiri.
“Pengusaha lokal juga harus punya semangat untuk menjadi lebih baik dan mampu melaksanakan program-program di Kabupaten Bondowoso,” tegasnya.
Pengusaha Lokal Harus Siap Bersaing
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bondowoso berharap penyedia jasa konstruksi tidak hanya memahami cara memasukkan penawaran, tetapi juga menguasai persyaratan administrasi, penyusunan harga penawaran, dan ketentuan teknis yang berlaku.
Sementara itu, PP dan Pokja diharapkan mampu melaksanakan evaluasi secara profesional, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan kapasitas ini menjadi penting agar mini kompetisi tidak sekadar menjadi prosedur dalam sistem katalog elektronik, tetapi benar-benar menjadi mekanisme pengadaan yang kompetitif, transparan, dan memberikan kesempatan kepada penyedia yang memenuhi persyaratan.
Pada akhirnya, keberhasilan sistem pengadaan bukan hanya ditentukan oleh regulasi dan aplikasi yang digunakan. Integritas pelaksana, kesiapan penyedia, serta konsistensi dalam menerapkan aturan menjadi kunci agar belanja pemerintah berjalan lebih efektif dan memberi manfaat bagi pembangunan Bondowoso.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar