BPK Audit Kinerja RSUD dr. Koesnadi hingga 19 November, Transparansi Jadi Taruhan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adriyanto, Sp.P., FISR,
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – RSUD dr. Koesnadi Bondowoso tengah menghadapi ujian tata kelola. Pemeriksaan terinci oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi momentum bagi rumah sakit milik pemerintah daerah itu untuk membedah kinerja, mengevaluasi kekurangan, sekaligus memperkuat akuntabilitas pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adriyanto, Sp.P., FISR, menjelaskan bahwa pemeriksaan terinci tersebut merupakan tahapan lanjutan dari pemeriksaan pendahuluan yang telah dilakukan sebelumnya.
Menurutnya, pemeriksaan kinerja memiliki pendekatan berbeda dengan pemeriksaan keuangan yang menghasilkan opini, (22/10/2026).
Audit kinerja lebih menitikberatkan pada penilaian terhadap pelaksanaan program dan pengelolaan organisasi, dengan hasil berupa kesimpulan serta rekomendasi perbaikan.
Karena itu, pihak rumah sakit menyatakan siap bersikap terbuka dengan memenuhi kebutuhan data dan dokumen yang diminta tim BPK.
“Intinya, Pak Bupati berpesan agar transparan. Jadi, semua data kita sampaikan kepada BPK untuk dilakukan audit kinerja,” ujar Yus.
Keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pemeriksaan tidak berhenti sebatas penilaian administratif.
Hasil audit diharapkan mampu mengungkap aspek yang masih perlu dibenahi, sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan rumah sakit.
Akreditasi Tuntas, Audit Kinerja Berjalan
Di tengah proses pemeriksaan BPK, RSUD dr. Koesnadi juga baru menyelesaikan agenda akreditasi rumah sakit yang berlangsung pada 18–22 Oktober 2026.
Dua agenda yang berdekatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dan personel rumah sakit.
Keduanya membutuhkan kesiapan sumber daya serta koordinasi agar tidak mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengakui bahwa pelaksanaan akreditasi dan pemeriksaan kinerja dalam rentang waktu berdekatan berpotensi membagi fokus personel.
Namun, kedua proses tersebut dinilai memiliki tujuan yang sejalan, yakni mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan dan pembenahan tata kelola rumah sakit.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, manajemen RSUD dr. Koesnadi, dan BPK dapat memperkuat fondasi pengelolaan rumah sakit.
Bukan hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga memastikan tata kelola berjalan secara transparan, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.
Bukan Sekadar Audit, Harus Ada Perbaikan Nyata
Pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung hingga 19 November 2026 itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan manajemen RSUD dr. Koesnadi untuk menindaklanjuti catatan pemeriksaan pendahuluan secara terukur.
Tantangannya bukan hanya menyiapkan dokumen dan memenuhi permintaan auditor. Lebih dari itu, setiap catatan pemeriksaan perlu diterjemahkan menjadi langkah pembenahan yang jelas, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi dalam penyampaian data, keterbukaan terhadap evaluasi, serta keseriusan menindaklanjuti rekomendasi menjadi faktor penentu agar pemeriksaan tersebut menghasilkan manfaat nyata.
Pada akhirnya, keberhasilan audit kinerja tidak cukup diukur dari selesainya proses pemeriksaan.
Ukuran yang lebih penting ialah sejauh mana hasilnya mampu memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar