Golkar Bondowoso Gaspol! Bupati Abdul Hamid Wahid: Tantangan Jadi Peluang, Targetkan Lompatan Besar 2029
- account_circle aurel
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, berbagai tantangan global dan nasional
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Momentum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menjadi panggung konsolidasi besar antara pemerintah daerah dan kekuatan politik, (2/5/2026).
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, berbagai tantangan global dan nasional justru harus dijadikan pijakan untuk melompat lebih jauh dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyebut kondisi saat ini menuntut cara berpikir yang tidak biasa, termasuk menyiapkan strategi kontingensi menghadapi ketidakpastian, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
“Ini bukan alasan untuk mundur. Justru menjadi ruang untuk menggali potensi tersembunyi dan menjadikannya kekuatan nyata bagi Bondowoso,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pemetaan potensi daerah secara maksimal sebagai fondasi strategi pembangunan ke depan. Selain itu, sinergi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan.
Menurutnya, kritik dari masyarakat harus dipandang sebagai bentuk cinta yang wajib dijawab dengan kerja nyata.
“Kita ingin membuktikan bahwa Bondowoso mampu menjawab tantangan dan berdiri kuat di tengah dinamika bangsa,” tambahnya.
Golkar Tuntaskan Muscam, Siapkan Strategi Besar
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso Ady Krisna melaporkan bahwa Musyawarah Kecamatan (Muscam) telah rampung di 23 kecamatan hingga April 2026. Capaian ini menjadi fondasi kuat menuju langkah strategis partai ke depan.
“Ini hasil kerja bersama dan arahan dari DPD Golkar Jawa Timur. Bondowoso menjadi daerah pertama yang menggelar Rakerda di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Dalam Rakerda tersebut, Golkar mengusung sejumlah strategi besar, di antaranya:
Mendorong dukungan program dari pusat dan provinsi untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah
Menjadikan Golkar sebagai “solusi rakyat”, bukan sekadar kekuatan politik
Memperkuat dominasi generasi muda dan perempuan dalam struktur partai
Mengusulkan pemekaran daerah pemilihan (dapil)
Menyiapkan kader pemimpin muda menuju 2029
Mengusulkan konvensi calon kepala daerah
Tak hanya itu, Golkar juga menegaskan komitmennya untuk bekerja tanpa pamrih kekuasaan.
“Kami tidak memaksa rakyat untuk memilih. Biarkan cinta masyarakat mengalir sendiri dari kerja nyata yang kami lakukan,” tegas Ady.
Dukungan Nyata: Infrastruktur hingga Beasiswa
Golkar juga mulai menunjukkan kontribusi konkret.
Salah satunya melalui dukungan Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufti, yang menghadirkan berbagai program untuk Bondowoso.
Di antaranya pembangunan jembatan gantung senilai Rp5–10 miliar yang menghubungkan Kecamatan Tapen dan Taman Krocok, program penanggulangan bencana senilai Rp7,5 miliar, hingga usulan pembangunan infrastruktur jalan mencapai Rp700 miliar.
Selain itu, program beasiswa untuk pelajar SD hingga SMA juga terus digulirkan, dengan ribuan penerima manfaat.
Target 2029: Tambah Kursi, Rebut Pengaruh
Ali Mufti menegaskan pentingnya soliditas kader dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia optimistis, dengan struktur dan strategi yang matang, kekuatan politik Golkar di Bondowoso akan meningkat signifikan.
“Saya yakin kursi DPRD provinsi bisa bertambah dari satu menjadi dua pada 2029,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh kader harus fokus memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar kepercayaan publik terus meningkat.
Optimisme dan Kolaborasi Jadi Kunci
Rakerda Golkar Bondowoso bukan sekadar agenda politik, tetapi menjadi simbol kolaborasi antara kekuatan pemerintahan dan partai dalam membangun daerah.
Dengan semangat kebersamaan, strategi matang, dan dukungan lintas sektor, Bondowoso diproyeksikan mampu menghadapi tantangan sekaligus menciptakan lompatan pembangunan menuju masa depan yang lebih kuat.
- Penulis: aurel


Saat ini belum ada komentar