Anjing K-9 Polda Jatim Jadi Kunci Terungkapnya Identitas Korban Mutilasi Pacet
- account_circle ***
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025
- visibility 200
- comment 0 komentar

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto melalui Kasi Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyanto, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan berserakan di semak belukar Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet,
MOJOKERTO, Aspirasi.co.id – Kasus mutilasi sadis yang menggegerkan warga Pacet, Mojokerto, akhirnya menemukan titik terang. Peran penting datang dari anjing pelacak Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim yang berhasil menemukan potongan tubuh korban hingga identitasnya terungkap.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto melalui Kasi Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyanto, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan berserakan di semak belukar Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, dengan radius sebaran mencapai 200 meter.
“Medan yang sulit membuat proses pencarian memakan waktu lama. Namun, berkat K-9 jenis Labrador, akhirnya potongan telapak tangan kanan korban berhasil ditemukan. Dari situlah identitas korban terkuak,” ungkapnya, Minggu (7/9/2025).
Sebelumnya, tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto, relawan, dan masyarakat telah menemukan 64 potongan tubuh manusia, termasuk telapak kaki kiri.
Namun, penemuan telapak tangan kanan yang didapati anjing pelacak inilah yang menjadi kunci.
Potongan tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi. Meski jari-jari telapak tangan sudah rusak karena sayatan, tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto tetap berhasil memindai sidik jari melalui sistem Mambis.
“Menjelang magrib, identitas korban muncul. Kami langsung melakukan verifikasi ke pihak keluarga dan sekitar pukul 19.00 WIB kepastian identitas korban didapat,” tambah Suyanto.
Korban diketahui berinisial TAS (25), seorang perempuan asal Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.
Ia merupakan lulusan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) jurusan Manajemen. Sehari-hari, TAS tinggal bersama pacarnya di sebuah kos kawasan Lakarsantri, Surabaya, dan sudah menjalin hubungan selama lima tahun.
“Komunikasi korban dengan keluarga memang jarang. Tapi kami sudah mengantongi identitas pacar korban dan akan mendalami lebih lanjut,” tegas Suyanto.
Hingga kini, total 65 potongan tubuh manusia berhasil dikumpulkan polisi. Mayoritas berupa jaringan otot, kulit, rambut, serta potongan tubuh lainnya.
Temuan pertama sendiri berasal dari warga yang sedang mencari rumput, sebelum kemudian dilakukan penyisiran di sekitar jalur Pacet–Cangar, sekitar 1 km di atas tikungan Gotekan.
- Penulis: ***



Saat ini belum ada komentar