Diterjang Cuaca Ekstrem, Atap Kelas Ponpes di Bondowoso Ambruk 26 Santri Selamat, Kerugian Capai Rp50 Juta
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Sebuah bangunan ruang kelas di Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Desa Wringin Abruk
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Sebuah bangunan ruang kelas di Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Desa Wringin, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, dilaporkan ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 14 April 2026, dan langsung ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD Bondowoso melakukan asesmen lapangan pada Jumat (17/4/2026) mulai pukul 08.30 WIB.
Dari hasil pengecekan bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat, diketahui bangunan yang ambruk merupakan ruang kelas 8 yang biasa digunakan oleh 26 santri.
“Bangunan ambruk pada bagian atap akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang,” demikian laporan BPBD Bondowoso.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Bangunan yang terdampak memiliki ukuran 7 x 7 meter dengan tinggi sekitar 3,5 meter.
Sebagai langkah penanganan, BPBD merekomendasikan agar kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Selain itu, pemerintah desa dan kecamatan diminta segera mengajukan surat permohonan bantuan kepada Bupati Bondowoso dengan tembusan ke sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Agama, BPBD, Perkimciptaru, dan Baznas.
Dalam kegiatan asesmen tersebut, sejumlah pihak turut terlibat, di antaranya BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Wringin, Pemerintah Desa Wringin, serta warga sekitar.
Tidak ditemukan kendala berarti selama proses penanganan berlangsung.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama pada bangunan yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para santri.
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar