Polri dan Petani Jagung Tuban Siap Sambut Presiden RI di Panen Raya Nasional, Semangat Swasembada Pangan Menggema
- account_circle Malik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Tuban kian membara menjelang rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Panen Raya Jagung
Tuban, Jawa Timur, Aspirasi.co.id – Semangat petani jagung di Kabupaten Tuban kian membara menjelang rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang akan digelar di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5).
Kehadiran Presiden RI di tengah hamparan jagung milik rakyat menjadi simbol kuat perhatian negara terhadap sektor pertanian sekaligus suntikan semangat bagi para petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Panen raya ini bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, dan kelompok tani dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari visi besar Asta Cita Presiden menuju Indonesia mandiri pangan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan menjelang kegiatan. Kabupaten Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung jagung terbesar di Jawa Timur dengan sekitar 629 hektare lahan memasuki masa panen tahun ini. Potensi besar tersebut menjadikan Tuban sebagai daerah strategis penopang produksi jagung nasional.
Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Panen Raya Jagung Serentak menjadi tonggak penting penguatan sinergi nasional di sektor pangan.
“Kami bersama petani jagung Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Bapak Presiden RI. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pangan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi semua pihak. Karena itu, Polri terus hadir melalui pendampingan petani, distribusi bibit unggul, bantuan pupuk, alat pertanian, hingga penguatan sinergi dengan kelompok tani di berbagai daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional jenis pipilan kering pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton.
Indonesia pun mencatat surplus sekitar 470 ribu ton, menjadi modal kuat menuju target produksi 18 juta ton jagung nasional pada tahun 2026.
Tak hanya panen raya, Presiden RI juga dijadwalkan meninjau berbagai stand inovasi ketahanan pangan Polri yang menampilkan beragam terobosan strategis, mulai dari Pupuk Batu Bara Presisi, Gudang Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, Benih Jagung Bhayangkara, hingga inovasi Miracle Carbob berbahan bonggol jagung dan program SPPG Polri.
Dalam agenda tersebut, Presiden juga dijadwalkan menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani dari jajaran Bank Himbara sebagai dukungan nyata terhadap pembiayaan sektor pertanian.
Selain itu, akan dilakukan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri untuk memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi hasil pangan nasional, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan bakti kesehatan, Gerakan Pangan Murah Polri, hingga pelepasan program-program pendukung ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Ketika petani semakin sejahtera dan produksi terus meningkat, Indonesia akan semakin kokoh menuju kemandirian pangan berkelanjutan. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat demi memastikan ketahanan pangan menjadi fondasi ketahanan nasional,” tegas Irjen Pol. Anwar.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban diharapkan menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian Indonesia sekaligus memperkuat optimisme menuju Indonesia yang mandiri, kuat, dan berdaulat di bidang pangan.
- Penulis: Malik


Saat ini belum ada komentar