Bikin Geger di Festival Kopi Bondowoso! Limbah Kulit Kopi Berubah Jadi Ladang Cuan
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

Festival Kopi Nusantara 9 memang menampilkan inovasi pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Siapa sangka limbah kulit kopi yang selama ini dianggap tak bernilai justru bisa berubah menjadi produk bernilai ekonomi? Inovasi tersebut mencuri perhatian dalam Festival Kopi Nusantara (FKN) ke-9 dan Tembakau 2026 di Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Mulyadi, mengatakan festival yang berlangsung selama delapan hari, mulai 28 Agustus hingga 4 September 2026, tidak sekadar menjadi ajang promosi kopi dan tembakau.
Lebih dari itu, festival menjadi ruang bagi masyarakat, pemuda, akademisi, pelaku usaha hingga komunitas untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi, (4/9/26).
“Yang kami tampilkan pada malam hari ini hampir semuanya merupakan hasil seleksi dari berbagai perlombaan di Festival Kopi Nusantara,” ujar Mulyadi.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kompetisi inovasi limbah kulit kopi.
Pesertanya bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga mahasiswa pascasarjana dari Universitas Jember serta peserta dari Lumajang, Situbondo dan sejumlah daerah lainnya.
Menurut Mulyadi, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa limbah kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis.
“Dari barang yang tidak berharga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Ini yang perlu kita apresiasi terhadap semangat para pemuda dan masyarakat untuk menciptakan inovasi dan kreativitas,” jelasnya.
Ia menyebut, pemanfaatan limbah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pengolahan kopi.
Menariknya, peserta festival tahun ini juga datang dari luar Pulau Jawa. Sejumlah peserta bahkan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera hingga Bandung dan ikut ambil bagian dalam berbagai kompetisi.
Mulyadi mengakui, sejumlah lomba yang digelar tahun ini memiliki karakter cukup ilmiah karena banyak diikuti kalangan akademisi dan peneliti.
Karena itu, pihaknya berencana melakukan pembagian kategori peserta pada pelaksanaan festival berikutnya.
“Untuk tahun berikutnya mungkin akan kami bagi beberapa kategori, untuk umum dan akademisi,” katanya.
Kopi dan Tembakau, Dua Komoditas Disatukan
Festival tahun ini juga membawa konsep berbeda. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatukan dua komoditas unggulan daerah, yakni kopi dan tembakau.
Kopi identik dengan kawasan dataran tinggi Bondowoso, sementara tembakau berkembang di kawasan dataran rendah, termasuk wilayah perkotaan dan sekitarnya.
“Kegiatan Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 ini merupakan kolaborasi dua komoditas, yaitu kopi dan tembakau. Keduanya merupakan komoditas unggulan Kabupaten Bondowoso,” ungkap Mulyadi.
Ia menggambarkan kolaborasi tersebut sebagai pasangan yang saling melengkapi.
“Kalau kita hanya punya suami tanpa istri, mungkin pulang. Jadi perpaduan ini menjadi kekuatan,” ujarnya disambut suasana hangat.
Tak hanya kompetisi inovasi, festival juga diramaikan berbagai kegiatan lain, termasuk kompetisi, kolaborasi dengan komunitas motor, pelaku usaha, peneliti, hingga penampilan seni dan musik.
Bahkan, sejumlah penampil yang hadir pada malam penutupan merupakan hasil seleksi dari kegiatan festival pelajar yang sebelumnya digelar.
Dengan konsep tersebut, FKN ke-9 dan Tembakau 2026 tak hanya menjadi panggung untuk mempromosikan produk unggulan Bondowoso.
Festival ini sekaligus menjadi tempat mempertemukan petani, pelaku UMKM, akademisi, peneliti, komunitas dan generasi muda dalam satu ruang kreativitas.
Mulyadi berharap inovasi seperti pemanfaatan limbah kulit kopi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, di balik limbah yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata tersimpan peluang ekonomi yang cukup besar.
Dari kulit kopi menjadi karya. Dari limbah menjadi cuan. Dari festival, lahir inovasi untuk masa depan Bondowoso.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar