Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian » Kulit Kopi Jadi Cuan! Inovasi Warga Bondowoso Bikin Geger

Kulit Kopi Jadi Cuan! Inovasi Warga Bondowoso Bikin Geger

  • account_circle S/A/lik
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Limbah kulit kopi yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah mulai dilirik sebagai peluang ekonomi, (2/9/26)

Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menggelar Lomba Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi dalam rangkaian Festival Kopi Nusantara 9.

Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengedukasi masyarakat bahwa limbah hasil pengolahan kopi tidak harus berakhir menjadi sampah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Mulyadi, mengatakan lomba tersebut berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah kulit kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Ini pertama kita ingin mengedukasi masyarakat terkait limbah. Kita tahu sendiri banyak limbah, terutama kulit kopi. Sehingga muncul inisiatif bagaimana limbah kopi ini bisa bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai tambah,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, antusiasme peserta justru berada di luar ekspektasi. Hingga hari terakhir, tercatat sekitar 14 peserta mengikuti lomba. Pesertanya tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga dari daerah lain seperti Jember dan Lumajang.

Menariknya, sejumlah peserta berasal dari kalangan akademisi, termasuk mahasiswa pascasarjana. Berbagai inovasi yang ditampilkan bahkan memiliki dasar ilmiah dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Mulyadi menjelaskan, karena karakteristik peserta cukup beragam, pihaknya kemudian memberikan perhatian terhadap aspek kategori dan penilaian agar produk akademisi tidak secara langsung dibandingkan dengan produk masyarakat umum.

Dewan juri pun melibatkan unsur profesional, akademisi, Dinas Pertanian, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif.

“Semua produk yang dibuat peserta ternyata bermanfaat. Ada yang menghasilkan produk turunan menjadi tas, kosmetik seperti lipstik dan pelembap wajah, minuman, hingga media tanam. Semuanya memiliki manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam penilaian, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dewan juri, mulai dari kreativitas dan inovasi, ramah lingkungan dan keberlanjutan, fungsi dan manfaat, nilai ekonomi serta potensi pasar, hingga estetika dan desain.

Kepala DLH Bondowoso, Henri, menilai kreativitas para peserta dalam mengolah limbah kulit kopi sangat luar biasa.

Menurutnya, keberagaman peserta justru menjadi salah satu hal menarik dalam lomba tersebut. Peserta berasal dari kalangan akademisi, pelaku usaha, hingga penggiat kopi dengan inovasi yang berbeda-beda.

“Yang luar biasa, inovasinya berbeda-beda. Tetapi benang merahnya sama, bahwa limbah kopi itu bisa bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis,” kata Henri.

Ia menambahkan, dewan juri juga memastikan produk yang dilombakan benar-benar merupakan inovasi peserta, bukan sekadar meniru atau mereplikasi produk yang sudah ada.

“Yang kita tanyakan adalah apakah ini benar-benar inovasi atau sudah replikasi. Kemudian kita tanyakan juga legalitas dan apakah karya tersebut original,” ujarnya.

Henri mengakui, sebagian peserta masih berada pada tahap prototype dan sebagian lainnya tengah mengurus proses legalitas. Namun, kondisi tersebut dinilai wajar karena kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mendorong inovasi pemanfaatan limbah kopi di Bondowoso.

“Belum ada peserta yang legalitas produknya sudah lengkap. Mungkin karena ini masih pertama. Tetapi apapun itu, luar biasa. Saya salut kepada Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso karena sudah mengambil kegiatan yang manfaatnya akan luar biasa bagi pengembangan pertanian ke depan,” pungkasnya.

Dinas Pertanian Bondowoso berharap hasil inovasi tersebut tidak berhenti sebagai produk lomba. Produk-produk terbaik nantinya diharapkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat, dikembangkan menjadi usaha, dan memiliki peluang untuk masuk ke pasar.

Bahkan, pada agenda penutupan Festival Kopi Nusantara, hasil inovasi tersebut akan turut disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk potensi pengembangan produk turunan kopi berbasis masyarakat.

Dengan demikian, limbah kulit kopi yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan mulai diarahkan menjadi sumber inovasi, peluang usaha, sekaligus penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Bondowoso.

  • Penulis: S/A/lik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RANTAS 2026 Digeber! 134 Jalan di Bondowoso Siap Disulap Mulus

    RANTAS 2026 Digeber! 134 Jalan di Bondowoso Siap Disulap Mulus

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Bondowoso Aspirasi.co.id – Bondowoso kembali menggeber program strategis RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas) pada tahun anggaran 2026 dengan cakupan yang lebih luas, merata, dan terarah. Tak tanggung-tanggung, program ini menyasar 134 titik perbaikan jalan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi […]

  • Resmi Jadi ASN, 4.502 PPPK Paruh Waktu Terima SK dari Bupati Bondowoso: Awal Baru Pengabdian untuk Negeri

    Resmi Jadi ASN, 4.502 PPPK Paruh Waktu Terima SK dari Bupati Bondowoso: Awal Baru Pengabdian untuk Negeri

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, dalam apel khidmat yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (29/12/2025). Penyerahan SK secara simbolis tersebut menjadi […]

  • Dorong Desa Wisata Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

    Bupati Bondowoso Resmikan Festival Dewi Cemara 2025: Dorong Desa Wisata Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Rel/suk
    • visibility 339
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., secara resmi membuka Festival Desa Wisata Cerdas, Mandiri, Sejahtera (Dewi Cemara) 2025, Jumat (22/8/2025). Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival ini merupakan gerakan nyata untuk mewujudkan desa wisata yang bersih, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Festival ini menjadi bagian dari strategi pembangunan pariwisata yang inklusif, sejalan […]

  • Dulu Buruh Tani Rp50 Ribu, Kini Feri Punya 16 Sapi

    Dulu Buruh Tani Rp50 Ribu, Kini Feri Punya 16 Sapi

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Dari buruh tani berupah Rp50 ribu sehari, Feri Efendi kini memiliki 16 ekor sapi. Warga Desa Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, itu bahkan sudah menjadi pemodal bagi tujuh peternak lain dengan menggaduhkan 14 sapinya. Perubahan itu dibangun bertahap melalui Manajemen Ternak Pedet Cepat jadi Induk (MAT PECI), inovasi inseminator Kecamatan Sumberwringin, Indra Wijaya. […]

  • Sidak SPBU untuk Pastikan Kualitas BBM

    Polres Bondowoso Gercep Tindaklanjuti Keluhan Warga, Sidak SPBU untuk Pastikan Kualitas BBM

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Bondowoso, Aspirasi.co.id – Polres Bondowoso bergerak cepat menanggapi keresahan warga yang mengeluh motornya tiba-tiba mbrebet usai mengisi bahan bakar. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bondowoso pun disasar untuk dilakukan inspeksi mendadak (sidak). Langkah ini dilakukan menyusul maraknya laporan masyarakat yang menduga bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax bercampur air, sehingga membuat […]

  • Update Penanganan Bencana Sumbar: Polri Percepat Pencarian dan Identifikasi Jenazah

    Update Penanganan Bencana Sumbar: Polri Percepat Pencarian dan Identifikasi Jenazah

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sumatera Barat, Aspirasi.co.id – Polri merilis perkembangan terbaru penanganan bencana di Sumatera Barat hingga Jumat (5/12/2025) pukul 09.00 WIB. Jumlah korban meninggal kini mencapai 210 orang, dengan 185 jenazah berhasil diidentifikasi, sementara 26 lainnya masih dalam proses pencocokan identitas. Di tengah tanah yang masih basah oleh luka, 214 warga masih dinyatakan hilang, memicu operasi kemanusiaan […]

expand_less