Bondowoso Kebut Suntik Massal Ternak, Wabup Pantau Langsung
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 155
- comment 0 komentar

BERITA DAERAH : Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, Kepala Disnakan Hendri Widotono, jajaran Forkopimcam, serta tim Puskeswan.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Kecamatan Sumber Wringin kembali menjadi pusat perhatian pada Rabu (26/11/2025) saat ratusan peternak mengikuti program pengobatan dan suntik massal ternak yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bondowoso.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, Kepala Disnakan Hendri Widotono, jajaran Forkopimcam, serta tim Puskeswan.
Kepala Disnakan Bondowoso, Hendri Widotono, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali populasi ternak yang sebelumnya terpukul oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurutnya, serangan PMK telah membuat populasi ternak Bondowoso turun tajam. Banyak peternak mengalami kerugian besar, bahkan ada hewan yang sudah berkali-kali disuntik namun tetap gagal pulih karena sudah terlanjur terinfeksi.
“Saat PMK melanda, populasi kita drop. Peternak jadi lesu, semangat juga ikut turun. Ada ternak yang sudah disuntik berkali-kali tapi tidak ada perkembangan karena posisinya memang terkena PMK,” jelas Hendri.
Kehadiran Wakil Bupati di lapangan, lanjutnya, menjadi suntikan moral bagi para peternak untuk kembali bangkit. Ia menegaskan bahwa suntik massal hanyalah salah satu intervensi, namun peningkatan kualitas ternak akan menjadi fokus utama.
“Kita dorong kualitas ternaknya naik. Harapannya, sekali suntik langsung bereaksi cepat, langsung bisa berkembang,” imbuhnya.
Namun, Hendri juga mengungkapkan bahwa antusiasme peternak masih belum maksimal. Sebagian masih menyimpan rasa khawatir untuk berkumpul pasca-PMK.
“Dari sekitar 100 ternak yang terdata, baru 30 ekor yang hadir di titik lokasi. Karena itu, tim Puskeswan akan turun door to door ke kandang-kandang,” katanya.
Program suntik massal ini tidak hanya berhenti di Sumber Wringin. Sepanjang tahun 2025, Disnakan menjadwalkan enam titik pelaksanaan dengan target total 600 ekor ternak, yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
“Target harus tercapai, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Hendri.
Selain meninjau jalannya pengobatan ternak, Wakil Bupati juga melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan peningkatan kompetensi petugas serta memaksimalkan kontribusi sektor peternakan terhadap Pendapatan Asli Daerah.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar