Bupati Bondowoso Ajak Pramuka Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”,
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka Bondowoso untuk memperkuat peran nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan menyiapkan generasi emas Indonesia.
Hal itu ditegaskan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bondowoso Tahun 2026.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Bupati menegaskan bahwa Pramuka tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
“Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen dan semangat pengabdian melalui Gerakan Pramuka,” tegas Abdul Hamid Wahid.
Menurutnya, perjalanan panjang 65 tahun Gerakan Pramuka harus terus diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter, disiplin, keterampilan, kepedulian, serta semangat cinta tanah air.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan generasi muda, Pramuka dituntut terus bergerak tanpa kehilangan jati dirinya, (28/8/2026).
Bupati menekankan, swasembada pangan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, petani, maupun pelaku usaha pertanian. Seluruh elemen bangsa, termasuk Gerakan Pramuka, harus mengambil peran.
“Dari Pramuka kita dapat menanamkan kecintaan terhadap alam, ketahanan pangan, kemandirian, kerja keras, gotong royong, serta kemampuan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar,” ujarnya.
Karena itu, Abdul Hamid mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Bondowoso menjadikan lahan, pekarangan, sekolah, madrasah, pesantren, hingga lingkungan sekitar sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.
Ia mendorong lahirnya kegiatan Pramuka yang lebih nyata dan produktif, mulai dari berkebun, menanam tanaman pangan, memanfaatkan lahan produktif, mengenalkan pangan lokal, menjaga lingkungan, mengurangi pemborosan makanan hingga membangun jiwa kewirausahaan di sektor pangan.
“Bondowoso memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam yang besar. Pramuka harus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang bangga menjadi petani, bangga menjaga alam, bangga mengonsumsi pangan lokal dan bangga menjadi generasi yang mandiri,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda semakin jauh dari alam. Sebaliknya, teknologi, kreativitas dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk menjadikan sektor pangan semakin maju, modern dan menarik bagi generasi muda.
Kepada para pembina dan pelatih Pramuka, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi atas pengabdian dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pembina merupakan ujung tombak pendidikan karakter di lingkungan Gerakan Pramuka.
Karena itu, kegiatan kepramukaan harus terus dikemas secara mendidik, menyenangkan, relevan dengan perkembangan zaman dan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.
Sementara kepada anggota Pramuka, Bupati mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan tanggung jawab yang harus dipersiapkan sejak hari ini.
“Jadilah Pramuka yang Satya dan Darma dalam tindakan, bukan hanya dalam ucapan. Berani bermimpi, berani berkarya, berani mencoba dan berani mengambil peran,” pesannya.
Dari Bondowoso, Abdul Hamid berharap lahir generasi muda yang tangguh, berkarakter, terampil, mandiri dan siap memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, kemajuan daerah serta Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar