Mantan Penyidik KPK Desak Aktor Intelektual Korupsi Suplai Batu Bara Pemicu Blackout Listrik Diburu hingga Tuntas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Menurut Yudi, dampak perkara ini tidak hanya berhenti pada kerugian keuangan negara.
Jakarta, Aspirasi.co.id – Mantan Penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut dugaan korupsi suplai batu bara ke sejumlah PLTU yang ditaksir menimbulkan kerugian negara hingga Rp5 triliun.
Menurut Yudi, dampak perkara ini tidak hanya berhenti pada kerugian keuangan negara.
Dugaan korupsi tersebut juga memicu kerugian sosial (social cost) yang sangat besar karena berkontribusi terhadap terjadinya pemadaman listrik (blackout) di sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, dunia usaha merugi, dan roda perekonomian ikut terdampak.
Ia menilai, penyimpangan yang terjadi secara luas di berbagai PLTU mengindikasikan adanya aktor intelektual yang mengendalikan praktik tersebut.
Karena itu, aparat penegak hukum diminta tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap dalang utama yang diduga menjadi otak di balik skandal tersebut.
“Semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. Para saksi juga diharapkan bersikap kooperatif agar proses penyidikan berjalan maksimal,” tegasnya.
Yudi, yang pernah menangani sejumlah perkara besar saat bertugas di KPK, termasuk kasus Bank Century dan proyek e-KTP, menilai pelibatan BPK dan PPATK akan memperkuat penyidikan yang dilakukan Kortastipidkor Polri.
Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk menelusuri aliran dana melalui pendekatan follow the money, mengidentifikasi pihak yang menikmati hasil kejahatan, sekaligus memburu aset para pelaku sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.
Menurutnya, pengungkapan kasus ini juga menjadi jawaban atas tanda tanya publik terkait penyebab terjadinya blackout listrik yang sempat melanda beberapa daerah.
Ia berharap penyidikan dilakukan secara transparan, menyeluruh, dan menyentuh seluruh pihak yang bertanggung jawab, tanpa pandang bulu.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar