Prajurit dan Persit Kodim 0822 Belajar Saling Memahami
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya turut mengikuti kegiatan, di antaranya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., serta Ketua Persit KCK PD V/Brawijaya Ny. Vira Rudy Saladin.
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Ketahanan seorang prajurit tidak hanya dibangun di medan tugas. Keharmonisan keluarga juga menjadi benteng penting yang menopang kesiapan, fokus dan profesionalisme dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Berangkat dari semangat tersebut, keluarga besar Kodam V/Brawijaya mengikuti kegiatan Parenting Hybrid melalui virtual conference (Vidcon) bersama psikolog dan pakar neuroscience, dr. Aisah Dahlan, CHt, Senin (24/8/2026).
Di Bondowoso, kegiatan dipusatkan di Aula Makodim 0822/Bondowoso, Jalan Letnan Sutarman Nomor 06, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso. Sekitar 150 peserta yang terdiri dari prajurit, PNS dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) mengikuti kegiatan tersebut.
Parenting Hybrid ini menjadi bagian dari upaya Kodam V/Brawijaya memperkuat fondasi keluarga prajurit agar semakin harmonis, tangguh dan mampu menjadi sumber kekuatan dalam mendukung pelaksanaan tugas kedinasan.
Sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya turut mengikuti kegiatan, di antaranya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., serta Ketua Persit KCK PD V/Brawijaya Ny. Vira Rudy Saladin.
Sementara di Makodim 0822/Bondowoso, kegiatan diikuti Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito, Kasdim Mayor Inf Teguh Hery Wignyono, jajaran perwira staf, Danramil dan Danpos, Ketua Persit KCK Cabang XXXVI Kodim 0822/Bondowoso Ny. Ilma Prawito, serta anggota TNI, PNS dan Persit.
Memahami Perbedaan, Menguatkan Komunikasi
Dalam pemaparannya, dr. Aisah Dahlan mengajak para peserta memahami bahwa perbedaan karakter, pola komunikasi dan cara merespons persoalan antara laki-laki dan perempuan bukanlah sumber konflik. Justru, perbedaan tersebut harus dipahami agar komunikasi dalam keluarga dapat berjalan lebih sehat dan efektif.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah perbedaan cara menghadapi masalah. Perempuan sering kali membutuhkan ruang untuk didengarkan ketika menyampaikan persoalan, sedangkan laki-laki cenderung langsung mencari dan menawarkan solusi.
Pesan sederhananya, jangan buru-buru memperbaiki ketika pasangan sebenarnya hanya ingin didengarkan. Jangan pula menganggap diam sebagai tanda tidak peduli.
“Memahami perbedaan bukan untuk membandingkan siapa yang lebih baik, tetapi agar setiap anggota keluarga mampu berkomunikasi dengan cara yang tepat,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan parenting tersebut.
Pemahaman sederhana itu dinilai dapat menjadi kunci dalam meredam kesalahpahaman yang kerap muncul di tengah kehidupan rumah tangga.
Bukan Hanya Suami-Istri, Anak Juga Harus Dipahami
Materi parenting juga menyoroti pentingnya pola pengasuhan anak. Orang tua didorong untuk tidak hanya menuntut anak agar memahami keinginan orang tua, tetapi juga belajar mengenali karakter, kebutuhan dan cara berkomunikasi yang sesuai dengan perkembangan anak.
Khusus dalam mendampingi anak laki-laki, orang tua perlu memahami kecenderungan mereka yang dapat lebih fokus pada aktivitas tertentu dan membutuhkan pola pendekatan yang sesuai dengan karakter masing-masing.
Karena itu, komunikasi yang terlalu emosional perlu diimbangi dengan penjelasan yang logis, jelas dan mudah dipahami.
Dengan pendekatan yang tepat, rumah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pulang, tetapi juga menjadi ruang aman bagi setiap anggota keluarga untuk bertumbuh, bercerita dan saling menguatkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta mendapat kesempatan memperdalam materi sekaligus membahas berbagai persoalan yang kerap muncul dalam komunikasi keluarga dan pengasuhan anak.
Keluarga Harmonis, Prajurit Semakin Tangguh
Bagi keluarga besar Kodam V/Brawijaya, kegiatan Parenting Hybrid bukan sekadar forum berbagi ilmu tentang pola asuh. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keluarga sebagai benteng pertama bagi setiap prajurit.
Keluarga yang harmonis dan saling memahami diharapkan mampu menjadi sumber ketenangan, kekuatan dan semangat bagi prajurit saat menjalankan tugas.
Sebab, ketika komunikasi di rumah terjaga, prajurit dapat menjalankan pengabdian dengan lebih fokus dan profesional.
Keluarga yang kuat melahirkan prajurit yang tangguh. Dan prajurit yang tangguh, berawal dari rumah yang saling memahami.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar