Digitalisasi Digeber! Kepala Disparbudpora Gede Budiawan Gaspol Tingkatkan PAD Pariwisata Bondowoso
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar

Gede Budiawan menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan berbasis online
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Komitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diperkuat Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.
Di bawah kepemimpinan Gede Budiawan, berbagai terobosan dilakukan dengan mengedepankan sistem digital yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Dalam evaluasi pekan lalu, Gede Budiawan menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan berbasis online sebagai kunci peningkatan PAD, 9/4/2026).
Sistem pembayaran tiket kini mulai diarahkan menggunakan teknologi digital yang terhubung langsung ke satu akun khusus, lengkap dengan kode-kode tertentu untuk memudahkan pengelolaan dan pengawasan pendapatan.
“Kami ingin seluruh transaksi tercatat secara real time, transparan, dan bisa langsung dicek. Ini bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan akuntabilitas,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi geografis Bondowoso yang memiliki banyak destinasi wisata terpencil menjadi tantangan tersendiri.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disparbudpora menyiapkan beberapa alternatif metode pembayaran agar pelayanan tetap berjalan optimal di semua lokasi.
Tak hanya mengandalkan sistem, pengawasan juga diperkuat melalui tiga lapis pengamanan.
Mulai dari sistem digital, pengawasan petugas di lapangan, hingga pelibatan pengunjung.
Wisatawan dihimbau ikut berperan aktif dengan memastikan tiket yang diterima telah dirobek sebagai tanda validasi.
Inovasi ini juga merambah sektor sarana dan prasarana olahraga. Sejumlah fasilitas olahraga di Bondowoso kini mulai menerapkan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.
Dengan skema ini, seluruh transaksi diharapkan langsung masuk ke sistem tanpa perantara, sehingga meminimalisir potensi kebocoran.
Selain itu, Disparbudpora juga memperkuat layanan publik melalui kanal pengaduan dan informasi yang lebih mudah diakses.
Selain platform digital, kini tersedia layanan hotline yang terhubung langsung dan siaga, memudahkan masyarakat maupun wisatawan mendapatkan informasi maupun menyampaikan aduan.
“Layanan ini tidak hanya untuk pengaduan, tapi juga membantu wisatawan yang ingin mengetahui potensi wisata di Bondowoso,” tambahnya.
Dari sisi internal, penguatan manajemen juga terus dilakukan. Setiap objek wisata kini memiliki penanggung jawab yang wajib melaporkan data kunjungan secara berkala.
Evaluasi dilakukan setiap bulan, termasuk audit capaian target dan kendala di lapangan.
Tak kalah penting, Disparbudpora juga menggandeng Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk melakukan pendampingan dalam mengoptimalkan potensi PAD.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Bondowoso optimistis mampu meningkatkan PAD sekaligus menghadirkan layanan wisata yang modern, transparan, dan terpercaya.
“Ini bukan sekadar sistem, tapi perubahan menuju tata kelola yang lebih profesional dan bertanggung jawab,” tegas Gede Budiawan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar