Idul Fitri Hening Tanpa Dentuman, Bondowoso Panen Apresiasi untuk Polres
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Sen, 23 Mar 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

Tanpa dentuman petasan, malam takbir hingga Salat Id berlangsung lebih khusyuk, aman, dan penuh makna. Gema takbir menggantikan kebisingan, menghadirkan suasana yang menenangkan hati.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Malam takbir hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kabupaten Bondowoso tahun ini menghadirkan nuansa yang tak biasa. Tanpa letupan petasan, masyarakat menikmati suasana yang lebih teduh, khusyuk, dan sarat makna spiritual.
Sejak gema takbir berkumandang di masjid dan musala, atmosfer religius benar-benar terasa dominan, menggantikan hiruk pikuk suara petasan yang selama ini kerap mengganggu ketenangan.
Kondisi ini terus terjaga hingga pagi hari, saat umat Muslim menunaikan Salat Idul Fitri dengan tertib dan penuh kenyamanan,(21/26).
Kapolres Bondowoso memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat atas peran aktif menjaga situasi tetap kondusif.
Ia menegaskan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini menjadi contoh nyata harmoni antara keamanan dan kekhusyukan ibadah.
“Petasan tidak memberi nilai manfaat, justru menyisakan risiko dan kerugian. Selain menghamburkan uang, juga berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Allah SWT, dengan memperbanyak tasbih dan sholawat sebagai pengganti euforia yang kurang bermakna.
“Jika memiliki kelebihan rezeki, akan jauh lebih mulia bila disalurkan kepada yang membutuhkan, dibanding dihabiskan untuk hal yang tidak bernilai,” imbuhnya.
Kepolisian pun terus mengingatkan bahwa petasan bukan hanya berisiko menimbulkan luka bakar hingga korban jiwa, tetapi juga dapat memicu kebakaran serta mengganggu ketertiban umum.
Bahkan, suara ledakannya bisa memicu trauma, khususnya bagi anak-anak dan lansia.
Seorang warga Bondowoso mengungkapkan rasa syukur atas suasana yang lebih aman dan nyaman tahun ini. Ia menilai kondisi tanpa petasan membuat perayaan Idul Fitri terasa lebih damai dan menenangkan.
“Kami benar-benar merasakan perbedaannya. Tidak ada lagi rasa kaget atau takut. Suasana jauh lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan menghormati momen sakral Idul Fitri.
Lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri di Bondowoso tahun ini menjelma menjadi simbol kedewasaan sosial mengutamakan ketenangan, keselamatan, dan esensi ibadah di atas gemerlap yang semu.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar