Jembatan Penghubung Antar Dusun di Klekean Botolinggo Ambruk Diterjang Arus Sungai
- account_circle S/A/lik
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

BERITA BENCANA ALAM : Derasnya aliran air sungai membuat konstruksi jembatan tidak mampu menahan tekanan arus hingga akhirnya roboh.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso mengakibatkan jembatan penghubung antar dusun di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, ambruk Minggu pagi (8/3/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan cukup tinggi sejak dini hari.
Derasnya aliran air sungai membuat konstruksi jembatan tidak mampu menahan tekanan arus hingga akhirnya roboh.
Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Bondowoso, jembatan yang ambruk merupakan akses penghubung menuju Dusun Klekean Lor.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, tinggi 7 meter, dan lebar 2,5 meter.
Mendapat laporan dari masyarakat melalui pesan WhatsApp, Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta memastikan kondisi di lapangan.
“Setelah menerima laporan, kami langsung terjunkan tim Pusdalops bersama TRC langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen,” Ungkap Kalaksa Bondowoso Kristianto.
Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun akses jembatan yang biasa digunakan warga kini tidak dapat dilalui.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, petugas dari TRC BPBD langsung melakukan pemasangan safety line di sekitar lokasi kejadian dan menutup akses jembatan secara penuh.
Beberapa pihak turut terlibat dalam penanganan di lokasi, di antaranya BPBD Bondowoso, Satpol PP Kecamatan Botolinggo, Pemerintah Desa Klekean, Pemerintah Desa Botolinggo, Agen Bencana Jawa Timur, serta masyarakat setempat.
Hingga Minggu sore sekitar pukul 14.35 WIB, tim Pusdalops telah menyelesaikan asesmen di lokasi kejadian.
Sementara kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Botolinggo terpantau berawan dan situasi secara umum dinyatakan aman dan terkendali.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan koordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar