Perbaikan Jalan Besar-besaran di Bondowoso, 23 Kecamatan Kebagian Proyek!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 26 Mar 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

Kepala Dinas BSBK, Ansori, menyebut program ini juga mencakup peningkatan umur layanan jalan.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas BSBK terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Sebanyak 134 titik ruas jalan dipastikan akan ditangani dan tersebar merata di 23 kecamatan.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa seluruh kecamatan mendapatkan paket pekerjaan, baik untuk jalan kabupaten, jalan lingkungan, maupun jalan desa sesuai kewenangan pemerintah daerah, (26/3/26).
“Total panjang jalan yang menjadi kewenangan kami mencapai sekitar 1.039,646 kilometer. Selain penanganan fisik, kami juga mengalokasikan sekitar 70 kilometer untuk program peningkatan umur layanan jalan,” jelasnya.
Menurut Ansori, strategi ini dilakukan agar kondisi jalan tetap terjaga meski anggaran terbatas. Dengan metode tersebut, perbaikan tidak hanya fokus pada pembangunan baru, tetapi juga memperpanjang usia jalan yang sudah ada.
Namun demikian, ia mengakui sempat terjadi pergeseran anggaran setelah evaluasi dari pemerintah provinsi.
Prioritas kini difokuskan pada ruas dengan tingkat kerusakan hingga 6 persen, terutama akses vital seperti konektivitas antar kecamatan dan penghubung jalan kabupaten.
Sekda Tekankan Peran Camat dan Validasi Data Kemiskinan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathurrazi, menegaskan pentingnya penguatan peran camat dalam pembangunan wilayah.
Ia menyampaikan bahwa camat harus aktif mengawal program pembangunan, termasuk kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur di wilayah masing-masing.
“Camat harus tahu titik mana saja yang dibangun, sekaligus melakukan pembinaan dan pengawasan hingga ke desa,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, Fathurrazi juga menyoroti angka kemiskinan Bondowoso yang masih berada di angka 12,2 persen. Ia meminta dilakukan validasi dan pemutakhiran data secara menyeluruh.
Proses ini, lanjutnya, harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari TKSK, pendamping desa, hingga pemerintah desa dan masyarakat melalui musyawarah desa.
“Data harus benar-benar valid. Bisa saja dulu tercatat miskin, sekarang kondisinya sudah berubah. Kalau tidak diperbarui, kebijakan bisa salah sasaran,” ujarnya.
Dorong Digitalisasi dan Cegah Kebocoran Pendapatan
Selain itu, Pemkab Bondowoso juga mulai mendorong digitalisasi dalam pengelolaan data dan pendapatan daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi kebocoran, terutama dari sektor pajak dan retribusi.
“Yang sudah dipungut harus dipastikan disetorkan. Digitalisasi ini penting agar semuanya tercatat dengan baik,” pungkasnya.
Fokus Pembangunan: Infrastruktur Kuat, Data Akurat
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur yang masif dan pembenahan data kemiskinan, Pemkab Bondowoso optimistis mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan angka kemiskinan secara lebih tepat sasaran.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar