Kironggo 2025 Dibuka: Bondowoso Mantapkan Diri Jadi Pusat Budaya Jawa Timur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sab, 6 Des 2025
- visibility 153
- comment 0 komentar

BERITA : Bondowoso sebagai daerah yang kaya kreativitas, ramah bagi pelaku seni, dan menjanjikan bagi tumbuhnya ekonomi berbasis budaya.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Festival Kironggo 2025 resmi dibuka dengan penuh kemegahan oleh Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, Jumat malam (05/12/2025), di area bersejarah Museum Stasiun Kereta Api Bondowoso.
Ribuan warga, pelaku seni, komunitas budaya, hingga UMKM lokal memadati lokasi untuk merayakan salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Bondowoso tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa Kironggo bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang penting untuk menguatkan identitas kultural sekaligus menggerakkan denyut ekonomi rakyat.
“Festival Kironggo adalah cermin jati diri Bondowoso. Di sini kita merayakan budaya, merawat tradisi, sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Kironggo sebagai panggung besar bagi tumbuhnya UMKM, ekonomi kreatif, serta seni pertunjukan lokal.
“Saya ingin Festival Kironggo bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi tempat bertumbuhnya ekonomi rakyat. UMKM kita harus naik kelas, pelaku seni harus diberi panggung, dan budaya kita harus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Momentum pembukaan festival juga dimanfaatkan Bupati untuk menyerukan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengangkat Bondowoso sebagai pusat kreativitas dan budaya di Jawa Timur.
“Mari kita jaga kebersamaan ini. Kita buktikan bahwa Bondowoso adalah daerah yang berbudaya, berdaya, dan siap bersaing positif dengan daerah lain,” tambahnya.
Festival Kironggo 2025 membawa harapan besar: bukan hanya menghidupkan tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat posisi Bondowoso sebagai daerah yang kaya kreativitas, ramah bagi pelaku seni, dan menjanjikan bagi tumbuhnya ekonomi berbasis budaya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar