Polisi Gelar Prarekonstruksi: Terkuak Detik-Detik Tragis Alvaro Tewas di Tangan Ayah Tirinya
- account_circle Rud
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025
- visibility 162
- comment 0 komentar

Berita : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto (Buher),
Jakarta, Aspirasi.co.id – Kepolisian akhirnya memeragakan ulang rangkaian kejadian yang merenggut nyawa Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah malang yang tewas di tangan ayah tirinya, Alex Iskandar (AI). Prarekonstruksi digelar untuk menata ulang secara utuh peristiwa memilukan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto (Buher), menjelaskan bahwa prarekonstruksi menjadi langkah penting guna mengurai secara presisi urutan kejadian hingga Alvaro kehilangan nyawanya.
“Pelaksanaan prarekonstruksi ini dilaksanakan untuk mengetahui dan membuat terang suatu peristiwa,” ujar Kombes Buher, Kamis (27/11/2025).
Prarekonstruksi digelar pada Jumat (21/11) setelah penyidik meminta keterangan lengkap dari tersangka. Dalam rekaman prarekonstruksi itu, tergambar jelas sudut rumah tempat Alvaro meregang nyawa.
Pelaku tampak mengambil handuk cokelat, lalu membekap Alvaro yang terbaring telentang di lantai. Beberapa saat kemudian, ketika tubuh mungil itu tak lagi bergerak, pelaku menyeret dan memindahkannya ke garasi.
Alvaro diletakkan begitu saja di belakang mobil. Berdasarkan rangkaian adegan tersebut, terungkap bahwa beberapa hari usai kejadian, pelaku membawa jenazah bocah itu menggunakan mobilnya untuk dibuang.
“Jenazah ditaruh di bangku tengah dan pelaku membawanya dengan mobil,” ungkap Kombes Buher.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkap fakta lain sebelum Alvaro diculik. Bocah itu sempat diiming-imingi makanan dan mainan oleh AI, yang sudah dikenalnya sebagai ayah tiri.
Saat itu Alvaro tengah berada di masjid. Karena percaya, ia mengikuti bujuk rayu pelaku.
“AI menjanjikan AKN untuk membeli mainan dan makanan bersama-sama,” jelas Kapolres.
Namun perjalanan itu berubah menjadi petaka. Bukannya membelikan mainan yang dijanjikan, pelaku justru membawanya pulang ke rumah dengan alasan ingin membersihkan diri.
Setiba di rumah, Alvaro disebut mulai rewel dan menangis karena ingin pulang, terlebih karena mainan yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Dari situlah emosi pelaku terpancing.
Tersangka kemudian membekap Alvaro dengan handuk, mencekiknya, serta menindih tubuh kecil itu selama sekitar tiga menit hingga tidak sadarkan diri.
Peristiwa tragis ini kini tengah diproses secara hukum, sementara publik menanti langkah tegas aparat terhadap pelaku yang tega menghilangkan nyawa anak tirinya sendiri.
- Penulis: Rud



Saat ini belum ada komentar