Pemkab Bondowoso Perkuat Kelembagaan Petani Kopi Java Ijen-Raung
- account_circle ***
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025
- visibility 188
- comment 0 komentar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Bondowoso, Kepala DPKP Bondowoso, jajaran pengurus Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG) Java Ijen-Raung,
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar kegiatan Pembinaan Kelembagaan Petani Kopi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumber Wringin, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi petani dalam menjaga kualitas kopi Java Ijen-Raung yang telah memiliki Indikasi Geografis (IG).
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Bondowoso, Kepala DPKP Bondowoso, jajaran pengurus Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (PMPIG) Java Ijen-Raung, Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI), Kepala Bidang Penyuluhan P2BP beserta tim, koordinator, serta seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) di wilayah Sumber Wringin.
Dalam sambutannya, Kepala DPKP Bondowoso menegaskan bahwa pembinaan kelembagaan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Kopi Ijen Raung memiliki kekhasan rasa dan aroma yang menjadi identitas tersendiri. Tugas kita bersama adalah menjaga kualitas itu agar tetap sesuai dengan standar Indikasi Geografis,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Bondowoso menambahkan bahwa kopi Java Ijen-Raung telah dikenal luas hingga mancanegara, sehingga keberlanjutan cita rasa khasnya perlu terus dijaga.
Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dari pengurus PMPIG dan APEKI mengenai pentingnya keanggotaan petani dalam organisasi perlindungan IG.
Hal ini dinilai menjadi langkah kolektif untuk mempertahankan kualitas dan nilai tambah kopi Java Ijen-Raung.
Dalam sesi tanya jawab, Kepala Bidang Penyuluhan menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani akan terus diupayakan melalui pelatihan budidaya kopi yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Ia juga menyinggung potensi pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya Wine Cascara.
Melalui penguatan kelembagaan ini, diharapkan petani kopi Bondowoso semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjaga kualitas kopi Java Ijen-Raung yang mendunia.
- Penulis: ***



Saat ini belum ada komentar