Potensi Bondowoso Jangan Cuma Jadi Pajangan! Diskominfo Andalkan Aplikasi Digital
- account_circle S/A
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Potensi daerah yang melimpah tak akan maksimal jika hanya dikenal masyarakat lokal. Kabupaten Bondowoso kini memperkuat langkah promosi melalui teknologi digital dengan meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah, yang dirancang untuk memperluas akses informasi mengenai potensi daerah, produk UMKM, hingga destinasi pariwisata.
Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari Bondowoso Berkah Festival Digital 2026, sekaligus rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan kehadiran aplikasi ini merupakan langkah nyata untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.
“Aplikasi Bondowoso Berkah ini hadir untuk mempermudah akses informasi yang terintegrasi mengenai potensi daerah, potensi UMKM, dan khususnya pariwisata, agar promosi produk-produk lokal semakin dikenal luas dan tujuan wisata Bondowoso semakin terkenal,” ungkap Dwi dalam sambutannya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan promosi, (26/10/2026).
Dengan akses informasi yang semakin mudah, produk UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sedangkan destinasi wisata Bondowoso berpeluang menarik perhatian lebih banyak pengunjung.
Namun, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan peluncuran aplikasi. Pemanfaatan teknologi juga perlu diikuti dengan kreativitas dan kemampuan masyarakat dalam merespons perkembangan zaman.
AI Bukan untuk Menggantikan Manusia
Selain peluncuran aplikasi, Bondowoso Berkah Festival Digital 2026 juga menghadirkan lomba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan kompetisi gim Pro Evolution Soccer (PES).
Kedua kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perkembangan teknologi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan digital.
Dwi menegaskan bahwa kecerdasan buatan seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi manusia, melainkan sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas.
“Kami ingin menegaskan bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, tetapi sebagai alat bantu cerdas untuk mempermudah pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan memacu kreativitas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. Di tengah perkembangan digital yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan.
Melalui festival ini, Diskominfo Bondowoso berharap pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, serta penguatan ekonomi daerah.
Dwi juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bondowoso, Wakil Bupati, seluruh perangkat daerah, panitia, dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap peluncuran aplikasi Bondowoso Berkah dapat menjadi salah satu pendorong percepatan transformasi digital sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebab, tantangan sesungguhnya bukan sekadar meluncurkan aplikasi, melainkan memastikan teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat UMKM, dan mengangkat pariwisata Bondowoso ke panggung yang lebih luas.
- Penulis: S/A


Saat ini belum ada komentar