BKN Tantang Bondowoso Bersihkan Toilet Sekolah, Kadisdik Siap Gaspol!
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Kebersihan toilet bukan sekadar urusan mengepel lantai atau membuat ruangan tampak kinclong. Bagi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, kebersihan fasilitas publik harus menjadi cermin keimanan, ketakwaan, sekaligus integritas aparatur dan masyarakat.
Pesan tegas itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Bondowoso. Ia mendorong gerakan kebersihan dimulai dari lingkungan perkantoran hingga seluruh sekolah, terutama fasilitas toilet yang kerap luput dari perhatian.
Tantangan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bondowoso Taufan, (23/10/2026).
Ia menyatakan kesiapan untuk mendukung target kebersihan di setiap satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP.
Program itu sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang menempatkan iman dan takwa sebagai landasan pembangunan, termasuk dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam arahannya, Zudan menekankan bahwa kebersihan tidak cukup berhenti pada seremoni atau instruksi. Perubahan harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk memastikan toilet sekolah bersih, nyaman, dan layak digunakan.
“Kalau kita bisa membuat semua toilet bersih, bayangkan dampaknya bagi lingkungan dan kebiasaan masyarakat,” demikian pesan yang ditekankan dalam arahannya.
Tak hanya soal kebersihan, Zudan juga mengaitkan nilai keimanan dan ketakwaan dengan kejujuran serta rasa aman di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan, apabila dompet atau telepon seluler tertinggal di musala maupun toilet kantor, barang tersebut semestinya tetap aman karena tidak diambil oleh orang yang bukan pemiliknya.
Menurutnya, budaya tidak mengambil barang milik orang lain harus ditanamkan sejak dini melalui keluarga, sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya hidup di lingkungan yang bersih, tetapi juga merasakan ketenteraman karena tumbuhnya kejujuran dan kepercayaan sosial.
“Kalau ada barang tertinggal dan tidak ada yang mengambil, itu menunjukkan budaya kejujuran yang harus kita bangun bersama,” menjadi salah satu pesan penting dalam arahannya.
Zudan juga menyoroti pentingnya peran aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Lingkungan yang bersih, aman, dan sehat harus menjadi bagian dari kualitas pelayanan publik, bukan sekadar pelengkap.
Ia berharap gerakan toilet bersih dapat diperluas hingga satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan Bondowoso berpeluang menjadi salah satu daerah perintis.
Ia juga meminta dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk camat dan lurah, untuk menguatkan budaya bersih di wilayah masing-masing.
Bagi Dinas Pendidikan Bondowoso, tantangan ini menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan konsistensi.
Kebersihan toilet sekolah tidak cukup hanya dilakukan menjelang penilaian atau kunjungan pejabat, tetapi harus menjadi kebiasaan yang dijaga setiap hari.
Sebab, sekolah yang bersih bukan hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Lebih dari itu, lingkungan pendidikan menjadi tempat menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.
Jika target tersebut terwujud, gerakan toilet bersih di Bondowoso bukan sekadar soal lantai yang mengilap.
Ini menjadi ujian nyata bagaimana nilai iman dan takwa diterjemahkan menjadi perilaku, dimulai dari hal sederhana yang digunakan setiap hari.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar