Bupati Luncurkan Bondowoso Berkah, OPD Dapat Peringatan: Bikin Aplikasi Mudah, Merawatnya yang Susah!
- account_circle S/A
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

Pesan itu disampaikan Bupati Abdul Hamid Wahid saat peluncuran aplikasi Bondowoso Berkah
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Kabupaten Bondowoso mulai memperluas promosi potensi daerah melalui teknologi digital. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, resmi meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah yang dirancang menjadi pintu akses informasi pariwisata, budaya, produk unggulan, komoditas, hingga potensi desa.
Namun, peluncuran aplikasi ini bukan sekadar menghadirkan platform digital baru. Bupati menegaskan, tantangan sesungguhnya justru terletak pada konsistensi pemutakhiran data, kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), serta keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan aplikasi tersebut.
Pesan itu disampaikan Bupati Abdul Hamid Wahid saat peluncuran aplikasi Bondowoso Berkah dalam rangkaian kegiatan Bondowoso Berkah Festival Digital, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, aplikasi tersebut diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan informasi daerahnya sendiri sekaligus memperkenalkan potensi Bondowoso kepada khalayak yang lebih luas.
“Meluncurkan aplikasi itu mudah. Yang lebih berat adalah merawat dan mengembangkannya. Data harus selalu diperbarui dan perangkat daerah harus bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi,” tegasnya.
Bupati secara khusus meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengawal pengembangan aplikasi secara konsisten. Seluruh perangkat daerah juga didorong mengambil inisiatif untuk memperkaya informasi dan menyempurnakan data yang tersedia.
Baginya, keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari tersedianya aplikasi. Lebih dari itu, platform tersebut harus benar-benar memberikan manfaat dan digunakan secara berkelanjutan.
Bukan Sekadar Aplikasi, tetapi Etalase Gratis Potensi Daerah
Bupati menjelaskan, Bondowoso Berkah dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aplikasi ini diharapkan menjadi etalase digital gratis untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Sementara bagi wisatawan, platform tersebut dapat menjadi teman perjalanan untuk menjelajahi berbagai destinasi, kekayaan budaya, serta potensi lokal yang dimiliki Bondowoso.
Dengan dukungan teknologi digital, potensi desa dan produk unggulan daerah diharapkan tidak hanya dikenal masyarakat setempat, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Bupati juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengembangan aplikasi. Warga diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi turut merasa memiliki dan berkontribusi melalui gagasan, program, maupun informasi yang dapat memperkaya konten platform tersebut.
Untuk tahap awal, aplikasi Bondowoso Berkah dapat diakses melalui web dan perangkat Android. Adapun dukungan untuk perangkat Apple masih memerlukan penyempurnaan.
Festival Digital Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda
Peluncuran aplikasi Bondowoso Berkah turut diramaikan dengan lomba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan kompetisi gim sepak bola Pro Evolution Soccer (PES).
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, lomba AI diikuti 103 karya video, sedangkan kompetisi PES melibatkan 128 peserta.
Partisipasi itu dinilai menjadi salah satu indikasi besarnya potensi kreativitas digital generasi muda Bondowoso.
Bupati berharap teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Semangat serupa disampaikan Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi. Ia menjelaskan, Bondowoso Berkah Festival Digital tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, tetapi juga menjadi langkah nyata mendukung percepatan transformasi digital di daerah.
Menurutnya, aplikasi Bondowoso Berkah dikembangkan untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi secara terintegrasi, terutama terkait potensi daerah, UMKM, dan sektor pariwisata.
Dengan informasi yang mudah diakses, promosi produk lokal diharapkan semakin luas dan destinasi wisata Bondowoso semakin dikenal.
Dwi juga menekankan bahwa teknologi AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat bantu untuk mempermudah pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan memacu kreativitas.
Tantangan Berikutnya: Data Akurat, Kolaborasi Kuat
Peluncuran Bondowoso Berkah menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem informasi digital daerah. Akan tetapi, manfaatnya akan sangat bergantung pada kualitas informasi, kemudahan akses, serta keseriusan seluruh pihak dalam mengelolanya.
Jika data terus diperbarui dan potensi lokal ditampilkan secara optimal, aplikasi ini berpeluang menjadi sarana promosi yang menjembatani pelaku UMKM, pengelola wisata, masyarakat, dan calon pengunjung.
Sebaliknya, tanpa pembaruan informasi dan kontribusi aktif lintas sektor, aplikasi berisiko hanya menjadi platform yang tersedia tanpa memberikan manfaat maksimal.
Karena itu, pesan Bupati mengenai pentingnya merawat dan mengembangkan aplikasi menjadi pekerjaan rumah bersama setelah peluncuran.
Bondowoso Berkah kini telah diperkenalkan kepada publik. Tantangan selanjutnya adalah memastikan aplikasi tersebut benar-benar hidup, berkembang, dan mampu membawa potensi lokal menuju jangkauan yang lebih luas.
- Penulis: S/A


Saat ini belum ada komentar