Prajurit Kodim 0822 Pertaruhkan Tenaga di Tebing Maut, Dua Jenazah Pendaki Gunung Piramid Berhasil Dievakuasi
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, relawan, hingga masyarakat dikerahkan dalam operasi
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Misi kemanusiaan di lereng terjal Gunung Piramid akhirnya membuahkan hasil. Setelah berpacu dengan waktu, cuaca, dan medan ekstrem selama tiga hari, tim gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter, Rabu (5/8/2026).
Sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, relawan, hingga masyarakat dikerahkan dalam operasi yang berlangsung di Dusun Tegal Tengah, Kelurahan Curahdami, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Prajurit Kodim 0822/Bondowoso melalui Koramil 0822/02 Curahdami menjadi salah satu ujung tombak dalam proses pengangkatan jenazah dari medan yang dikenal sangat berbahaya.
Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Irfan Nasrul Lalili (34), pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Evakuasi berlangsung penuh risiko. Tebing yang curam, jalur licin, serta cuaca yang berubah cepat memaksa tim bekerja dengan kehati-hatian tinggi.
Bahkan, operasi sempat dihentikan pada Selasa (4/8/2026) karena keterbatasan peralatan dan demi menjaga keselamatan personel.
Memasuki hari ketiga, operasi kembali dilanjutkan sejak pagi. Berkat koordinasi yang solid dan semangat pantang menyerah, kedua jenazah akhirnya berhasil diangkat dari lokasi jatuh sekitar pukul 14.10 WIB.
Perjuangan belum usai. Jenazah kemudian ditandu secara bergantian menyusuri jalur pendakian yang terjal menuju Pos 1 Gunung Piramid.
Prajurit Kodim 0822 bersama personel gabungan bergantian memikul tandu, menembus medan yang menguras tenaga demi memastikan proses evakuasi berjalan aman hingga kaki gunung.
Setelah perjalanan panjang, kedua jenazah tiba di Pos 1 sekitar pukul 19.40 WIB, sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Instalasi Forensik RS Bhayangkara Bondowoso untuk menjalani proses visum dan pembersihan jenazah.
Usai proses medis selesai, jenazah Maliya Finda diserahkan kepada keluarga dan diberangkatkan menuju rumah duka di Surabaya dengan pengawalan Satlantas Polres Bondowoso.
Sementara jenazah Irfan Nasrul Lalili diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari.
Danramil 0822/02 Curahdami, Kapten Inf Herri P, bersama seluruh unsur yang terlibat memastikan operasi kemanusiaan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan personel meski harus menghadapi medan yang sangat ekstrem.
Keberhasilan operasi ini menjadi simbol kuatnya sinergi TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah kondisi yang penuh tantangan.
Operasi evakuasi resmi ditutup pada pukul 23.40 WIB dengan situasi aman, tertib, dan seluruh personel kembali dalam keadaan selamat.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar