Warung Makan di Maesan Terbakar saat Pemilik ke Luar Kota, Kerugian Capai Rp30 Juta
- account_circle Malik
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Warung tersebut diketahui milik Sholihin (53) Tahun
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Kebakaran melanda sebuah warung makan di kawasan Gunung Sari, Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (10/10/2026) malam.
Bangunan warung beserta sejumlah barang di dalamnya dilalap api hingga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp30 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah barang berharga milik pemilik warung dilaporkan terdampak kebakaran.
Warung tersebut diketahui milik Sholihin (53). Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, sedangkan laporan kejadian diterima pada pukul 23.08 WIB.
Kipas Angin Masih Menyala, Api Tiba-Tiba Membesar
Sebelum kejadian, Sholihin bersama istrinya diketahui sedang pergi ke luar kota sehingga warung dalam keadaan tutup.
Beberapa jam sebelumnya, anak Sholihin sempat memeriksa bagian dalam warung dan mendapati kipas angin masih menyala. Kipas tersebut disebut dibiarkan hidup untuk kebutuhan penyimpanan makanan.
Namun, beberapa jam kemudian, warga melihat kobaran api muncul dari warung tersebut. Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri.
Nahas, kobaran api justru semakin membesar hingga akhirnya anak Sholihin bersama warga melaporkan kejadian itu kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bondowoso melalui layanan SiJaguar.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, penyebab tersebut masih mengacu pada keterangan dalam laporan petugas.
Dua Kulkas dan Dua Televisi Ikut Terdampak
Kebakaran itu mengakibatkan sejumlah barang di dalam warung mengalami kerusakan atau terdampak api. Barang-barang tersebut meliputi dua kulkas, dua televisi, dua tabung gas, satu telepon genggam, empat kipas angin, satu sepeda ontel, dua kompor, serta sebuah kasur.
Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Petugas Damkar Bondowoso kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen terhadap kondisi tempat kejadian. Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan kendaraan rescue, carcentro, dan water supply.
Setelah melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lokasi, petugas kembali ke markas komando Damkar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dan peralatan elektronik dalam kondisi aman, terutama ketika rumah atau tempat usaha ditinggalkan dalam waktu lama.
Pemeriksaan kabel, stopkontak, serta perangkat elektronik yang tidak diperlukan dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa kebakaran warung makan tersebut.
- Penulis: Malik


Saat ini belum ada komentar