Pastikan Sapi Bunting! Disnakkan Bondowoso Tekankan Pentingnya PKB
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Jangan tunggu lama, pastikan kebuntingan sapi untuk peternakan yang lebih produktif!
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Pemeriksaan kebuntingan sapi atau PKB menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan di Kabupaten Bondowoso.
Melalui pemeriksaan ini, peternak dapat mengetahui lebih dini apakah induk sapi berhasil bunting setelah proses perkawinan alami maupun melalui program Inseminasi Buatan (IB).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan pemeriksaan kebuntingan tidak hanya bertujuan memastikan kondisi sapi setelah dikawinkan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam manajemen reproduksi ternak.
Menurutnya, keberhasilan program perkawinan maupun Inseminasi Buatan perlu diketahui sedini mungkin agar peternak dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Pemeriksaan kebuntingan sapi sangat penting untuk mengetahui apakah induk sapi benar-benar bunting setelah dikawinkan atau dilakukan Inseminasi Buatan. Dengan pemeriksaan yang tepat, peternak bisa segera mengambil langkah apabila ternaknya ternyata belum bunting,” kata Hendri.
Ia menjelaskan, salah satu metode pemeriksaan kebuntingan yang paling umum dilakukan adalah palpasi rektal, yakni pemeriksaan dengan cara perabaan melalui dubur yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan atau tenaga yang memiliki kompetensi di bidang reproduksi ternak.
Pemeriksaan tersebut umumnya dapat dilakukan setelah usia kebuntingan mencapai sekitar dua hingga tiga bulan. Pada usia tersebut, perubahan pada organ reproduksi dan perkembangan kebuntingan sudah dapat dideteksi melalui pemeriksaan oleh petugas.
“PKB dengan metode palpasi rektal harus dilakukan oleh petugas yang berkompeten. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan dan reproduksi ternak untuk memastikan perkembangan sapi serta mendukung keberhasilan program peningkatan populasi,” jelasnya.
Hendri menambahkan, salah satu manfaat utama pemeriksaan kebuntingan adalah untuk menilai keberhasilan proses perkawinan maupun Inseminasi Buatan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan induk sapi belum bunting, peternak dapat segera melakukan evaluasi dan menentukan penanganan reproduksi berikutnya.
Selain itu, pemeriksaan kebuntingan juga penting untuk mencegah waktu kosong produksi atau calving interval yang terlalu panjang.
Induk sapi yang tidak segera diketahui status reproduksinya berpotensi mengalami masa tidak produktif lebih lama, sehingga dapat berdampak terhadap efisiensi usaha peternakan.
“Semakin cepat diketahui status kebuntingannya, semakin baik. Jika bunting, peternak bisa menyiapkan manajemen pakan dan perawatan selama masa kebuntingan. Namun jika belum bunting, bisa segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, PKB juga berperan dalam mendeteksi lebih awal adanya gangguan atau penyakit pada organ reproduksi ternak. Deteksi dini dinilai penting agar penanganan dapat segera dilakukan dan peluang keberhasilan reproduksi sapi tetap terjaga.
Melalui pelayanan pemeriksaan kebuntingan yang dilakukan petugas kesehatan hewan, Disnakkan Bondowoso terus mendorong peternak agar lebih aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi reproduksi ternaknya.
Hendri berharap, kesadaran peternak untuk melakukan pemeriksaan kebuntingan dapat terus meningkat.
Dengan manajemen reproduksi yang baik, keberhasilan perkawinan dan Inseminasi Buatan diharapkan semakin optimal, sekaligus mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi di Kabupaten Bondowoso.
“Peternakan yang maju harus didukung dengan manajemen reproduksi yang baik. PKB merupakan salah satu langkah sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi peternak untuk memastikan ternaknya tetap produktif,” pungkas Hendri.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar