Bukan Sekadar Doa! Aryo Dwi Wibowo Ajak Lintas Iman Bergerak Selamatkan Hutan Bondowoso
- account_circle Tim
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di Pura Tri Mandala Giri,
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Menjaga hutan tak cukup hanya dengan patroli, tetapi juga membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan gerakan bersama.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Persembahyangan Purnama dan Doa Bersama Umat Hindu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di Pura Tri Mandala Giri, Minggu (25/10/2026).
Di tengah suasana khidmat, doa dipanjatkan bukan semata untuk keselamatan umat, melainkan juga demi kelestarian alam dan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana. Momentum ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan bukan tanggung jawab satu golongan, melainkan panggilan bersama tanpa sekat agama maupun perbedaan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 18.10 hingga 18.45 WIB itu dipusatkan di Markas Yonif 514/SY/9/2 Kostrad, Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Kehadiran Kapolres bersama jajaran menjadi gambaran pendekatan humanis Polri dalam merawat kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat sinergi pencegahan karhutla. Sebab, ancaman kebakaran hutan tidak cukup dihadapi setelah api membesar. Kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat sejak dini menjadi kunci untuk menekan risiko kerusakan lingkungan.
Turut hadir Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., sejumlah pejabat Polres Bondowoso, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bondowoso Pinandhita I Wayan Sindia, S.H., serta sekitar 75 umat Hindu.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Aryo Dwi Wibowo menyampaikan apresiasi kepada pengurus Pura Tri Mandala Giri, tokoh agama Hindu, jajaran Yonif 514/SY/9/2 Kostrad, dan seluruh umat yang telah menginisiasi doa bersama untuk kelestarian lingkungan.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual perlu berjalan beriringan dengan aksi nyata. Doa menjadi penguat harapan, sedangkan kepedulian, kewaspadaan, dan kerja sama menjadi langkah konkret untuk menjaga alam dari ancaman kebakaran.
“Doa bersama ini menjadi wujud kepedulian kita terhadap kelestarian alam dan keselamatan masyarakat. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari masyarakat, tokoh agama, TNI, Polri hingga pemerintah,” ujar Aryo.
Ia menegaskan, Polres Bondowoso akan terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui silaturahmi dan kehadiran langsung di berbagai lingkungan, termasuk tempat ibadah.
Bagi kepolisian, membangun keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga merawat kepercayaan, memperkuat persaudaraan, dan memastikan setiap warga merasa terlindungi di tengah keberagaman.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan potensi bahaya perlu segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Apabila masyarakat menemukan potensi kebakaran, gangguan kamtibmas, atau tindak kriminalitas, segera laporkan melalui layanan Polri 110. Layanan ini beroperasi selama 24 jam, bebas pulsa, dan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian, menurutnya, menjadi bentuk perhatian terhadap kehidupan umat beragama sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
“Atas nama umat Hindu dan seluruh warga yang hadir, kami menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada Bapak Kapolres beserta jajaran yang telah berkenan hadir. Kehadiran ini bukan hanya menunjukkan kedekatan, tetapi juga menjadi bukti perhatian dan kepedulian Polri terhadap umat beragama di Kabupaten Bondowoso,” ungkapnya.
Ia berharap doa bersama tersebut membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat. Umat juga memohon perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar alam senantiasa terjaga dan masyarakat dijauhkan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Ketua PHDI Kabupaten Bondowoso, Pinandhita I Wayan Sindia, S.H., turut menyambut positif kehadiran Kapolres dan jajarannya. Sinergi semacam ini dinilai penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan umat beragama, sekaligus menumbuhkan rasa aman serta kepedulian terhadap lingkungan.
Di lapangan, upaya pencegahan karhutla juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Polsek Curahdami bersinergi dengan Koramil, Yonif 514/SY/9/2 Kostrad, Perhutani, pemerintah daerah, dan tokoh agama untuk meningkatkan deteksi dini serta patroli di kawasan hutan yang rawan kebakaran.
Desa Curahpoh dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya antisipasi tersebut. Kawasan hutan yang terjaga bukan hanya menopang keseimbangan ekosistem, tetapi juga berperan penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya.
Melalui doa, kolaborasi, dan aksi nyata, pesan yang digaungkan dari Pura Tri Mandala Giri menjadi pengingat bahwa menjaga alam tidak mengenal batas keyakinan.
Ketika doa menyatukan harapan dan seluruh elemen bergerak bersama, pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab yang lebih kuat untuk diwujudkan.
- Penulis: Tim
- Sumber: Humas polres Bondowoso


Saat ini belum ada komentar