29 Kambing PE Mengalir ke Peternak Bondowoso, 26 Betina Jadi Modal Pengembangan
- account_circle Malik/Mul
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

26 Kambing Betina, Peluang Kembangkan Populasi Ternak
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Sebanyak 29 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) disalurkan kepada tiga kelompok peternak di Kabupaten Bondowoso, Selasa (27/10/2026).
Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) ini diharapkan menjadi modal produktif untuk mengembangkan usaha peternakan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Dari total bantuan tersebut, terdiri atas 3 ekor kambing jantan dan 26 ekor betina.
Komposisi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan populasi ternak melalui pemeliharaan dan perkembangbiakan, dengan tetap memperhatikan kesehatan serta pengelolaan ternak yang baik.
Bantuan tersebut menyasar tiga kelompok peternak yang tersebar di dua desa dan dua kecamatan. Dua kelompok berada di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, sedangkan satu kelompok lainnya berada di Desa Sukowono, Kecamatan Pujer.
Program tahun anggaran 2026 ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor peternakan berbasis kelompok.
Namun, bagi penerima, tantangan sesungguhnya bukan hanya memperoleh bantuan, melainkan bagaimana mengembangkan ternak agar memiliki nilai ekonomi dalam jangka panjang.
Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, S.Pt., M.P., meminta agar proses distribusi bantuan mendapat pendampingan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok penerima demi mendukung kelancaran penyaluran.
“Bantuan ternak kambing Peranakan Etawa ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat. Kami berharap kelompok penerima mampu merawat dan mengembangkan ternak dengan baik sehingga bantuan ini memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” terang Hendri.
26 Kambing Betina, Peluang Kembangkan Populasi Ternak
Komposisi 26 kambing betina dan tiga kambing jantan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bantuan tersebut. Apabila dipelihara dengan baik dan didukung pengelolaan reproduksi yang tepat, kambing PE berpotensi dikembangkan untuk menambah populasi ternak sekaligus memperkuat aset kelompok.
Bagi peternak, keberhasilan program ini tentu tidak cukup diukur dari jumlah kambing yang diterima. Perkembangan ternak, keberhasilan perkembangbiakan, ketersediaan pakan, hingga kemampuan kelompok mengelola usaha menjadi faktor penting yang menentukan manfaat bantuan.
Karena itu, pendampingan setelah penyaluran diperlukan agar ternak tidak hanya terpelihara, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber penghasilan bagi kelompok penerima.
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bondowoso, Syaiful, menekankan pentingnya perawatan rutin, pemberian pakan yang sesuai, serta pemantauan kesehatan ternak.
“Kelompok penerima diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelolanya dengan baik. Perawatan rutin, pemberian pakan yang sesuai, serta pemantauan kesehatan ternak menjadi hal penting agar kambing dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Syaiful.
Pengelolaan secara kolektif juga perlu diperkuat agar setiap anggota kelompok memahami tanggung jawab pemeliharaan. Dengan demikian, bantuan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada penyerahan ternak, tetapi berlanjut pada pengembangan usaha yang terukur.
Tiga Kelompok Terima Bantuan, Dampak Ekonomi Jadi Harapan
Tiga kelompok penerima bantuan tersebut adalah Poknak Krajan I dan Poknak Utara Sawah di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, serta Poknak Sumber Rejeki di Desa Sukowono, Kecamatan Pujer.
Penyaluran di Desa Gunosari dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB untuk Poknak Krajan I dan pukul 11.00 WIB untuk Poknak Utara Sawah. Selanjutnya, distribusi kepada Poknak Sumber Rejeki di Desa Sukowono dijadwalkan pukul 13.00 WIB.
Bagi masyarakat peternak, bantuan seperti ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat usaha yang selama ini dijalankan. Pengembangan ternak secara berkelompok juga berpotensi membuka kesempatan menambah aset usaha dan meningkatkan produktivitas peternakan.
Meski demikian, dampak nyata program tetap perlu dilihat dari perkembangan ternak setelah diterima. Pembinaan berkala, pengawasan kesehatan hewan, dan evaluasi hasil pengelolaan menjadi bagian penting agar tujuan bantuan benar-benar tercapai.
Respons langsung dari kelompok penerima juga penting untuk menggambarkan manfaat program, termasuk harapan mereka terhadap pengembangan populasi ternak, kebutuhan pakan, serta kendala pemeliharaan yang mungkin dihadapi.
Pada akhirnya, 29 ekor kambing PE ini bukan sekadar bantuan ternak, melainkan peluang yang perlu dikelola agar tumbuh menjadi aset produktif masyarakat.
Keberhasilannya akan terlihat ketika ternak berkembang dengan baik dan usaha peternak semakin kuat.
- Penulis: Malik/Mul


Saat ini belum ada komentar