Bukan Sekadar Jaga Sekolah! Kapolres Bondowoso Perkuat Benteng Pelajar dari Bullying dan Narkoba
- account_circle Mul/Malik
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Komitmen itu ditegaskan dalam apel yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Ancaman terhadap pelajar tak bisa dibiarkan merambat tanpa kendali. Mulai dari perundungan (bullying), jerat judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja, semuanya membutuhkan langkah pencegahan yang nyata.
Menjawab tantangan tersebut, Polres Bondowoso memperkuat barisan pengamanan dan pembinaan pelajar melalui Satgas Pre-Emptive Strike “Polisi Jogo Sekolah”.
Komitmen itu ditegaskan dalam apel yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso, Selasa (27/10/2026).
Apel tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi kepolisian dengan dunia pendidikan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari kekerasan.
Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Kepala Kemenag Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I., Wakapolres Kompol I Gede Suartika, jajaran Dinas Pendidikan, pejabat utama Polres, para Kapolsek, perwakilan kepala sekolah SMA, SMK, dan MAN, serta pengurus OSIS se-Kabupaten Bondowoso.
Penyematan ban lengan bertuliskan “Polisi Jogo Sekolah” kepada perwakilan personel menjadi simbol dimulainya penguatan peran polisi sebagai pendamping sekaligus mitra pelajar di lingkungan pendidikan.
Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar menghadirkan polisi di sekolah.
Lebih dari itu, kehadiran personel diharapkan menjadi garda pencegahan, ruang komunikasi, sekaligus jembatan bagi pelajar untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Ancaman terhadap pelajar saat ini semakin kompleks, mulai dari perundungan (bullying), judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan sejak dini melalui sinergi yang kuat antara Polri, pihak sekolah, guru BK, Dinas Pendidikan, dan seluruh elemen terkait,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan personel yang bertugas sebagai polisi pendamping kelas dan pengawas sekolah agar tidak hanya berorientasi pada pengawasan.
Mereka dituntut mampu menjadi teladan, membangun kedekatan dengan siswa, serta membuka ruang dialog yang membuat pelajar merasa aman untuk menyampaikan keluhan maupun persoalan yang dialami.
Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian.
Dengan komunikasi yang terbangun sejak awal, potensi konflik maupun perilaku menyimpang diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Sinergi dengan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) turut menjadi kunci. Pembinaan karakter, penguatan kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kondisi siswa perlu berjalan beriringan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang aman bagi generasi muda.
Tak kalah penting, pengurus OSIS didorong mengambil peran sebagai agent of change atau agen perubahan. Para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor ketertiban, membangun budaya saling menghormati, dan mengajak teman sebaya menjauhi perilaku yang berisiko merusak masa depan.
“Perlindungan terhadap anak bukan hanya tugas Polri atau guru semata, melainkan tanggung jawab moral bersama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas,” tambah Kapolres.
Melalui Satgas Pre-Emptive Strike “Polisi Jogo Sekolah”, Polres Bondowoso menegaskan komitmennya mengedepankan langkah preemtif, edukatif, dan humanis. Program ini diharapkan memperkuat kemitraan antara kepolisian dan institusi pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya disiplin, keselamatan, dan lingkungan pergaulan yang sehat.
Sebab, menjaga masa depan generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan peringatan. Diperlukan kehadiran, pendampingan, dan kepedulian bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.
Apel berlangsung khidmat dan ditutup dengan pembacaan doa serta sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan perwakilan pelajar.
- Penulis: Mul/Malik
- Sumber: Humas polres Bondowoso


Saat ini belum ada komentar