Bukan Sekadar Bagi Kambing! Disnakkan Bondowoso Bidik Penguatan Ekonomi Peternak
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Program bantuan kambing PE ini berpotensi memperkuat sektor peternakan berbasis kelompok di Bondowoso.
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menyalurkan bantuan ternak kambing Peranakan Etawa (PE) kepada Tiga kelompok peternak (27/10/2026).
Program tahun anggaran 2026 ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat usaha peternakan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan surat Disnakkan Bondowoso Nomor 500.7.2/929/430.9.4/2026 tertanggal 26 Oktober 2026, pendistribusian bantuan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 27–29 Oktober 2026.
Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, S.Pt., M.P., meminta pendampingan dalam proses distribusi bantuan tersebut.
Pendampingan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok penerima untuk mendukung kelancaran penyaluran.
Bantuan kambing PE ini diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada peternak, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai modal produktif untuk memperkuat usaha peternakan berbasis kelompok.
“Bantuan ternak kambing Peranakan Etawa ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat. Kami berharap kelompok penerima mampu merawat dan mengembangkan ternak dengan baik sehingga bantuan ini memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” terang, Hendri Widotono,
Perawatan Ternak Jadi Kunci Keberhasilan
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bondowoso, Syaiful, diharapkan turut menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan ternak setelah bantuan diterima kelompok.
“Kelompok penerima diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelolanya dengan baik. Perawatan rutin, pemberian pakan yang sesuai, serta pemantauan kesehatan ternak menjadi hal penting agar kambing dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,”kata Syaiful.
Pengelolaan ternak yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Kelompok penerima perlu memperhatikan kondisi kesehatan hewan, ketersediaan pakan, serta pola pemeliharaan agar ternak dapat berkembang dengan optimal.
Syaiful juga dapat menekankan bahwa keberhasilan bantuan tidak hanya diukur dari tersalurkannya ternak kepada kelompok penerima, tetapi juga dari kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha peternakan.
“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi modal awal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha peternakan secara bertahap. Dengan pengelolaan yang baik dan komitmen bersama, ternak yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” demikian usulan tambahan kutipan untuk Syaiful yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Dua Kelompok Peternak Jadi Penerima
Berdasarkan jadwal distribusi Disnakkan Bondowoso, Tiga kelompok penerima bantuan tersebut meliputi kelompok ternak y terima, 2 KT d desa Gunosari, Tlogosari dan 1 KT d desa Sukowono, Pujer.
Penyaluran dimulai pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Desa Gunosari. Poknak Krajan I dijadwalkan menerima bantuan pukul 09.00 WIB, disusul Poknak Utara Sawah pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, distribusi untuk Poknak Sumber Rejeki di Desa Sukowono Kecamatan pujer dijadwalkan pukul 13.00 WIB.
Program bantuan kambing PE ini berpotensi memperkuat sektor peternakan berbasis kelompok di Bondowoso.
Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap membutuhkan pengelolaan ternak yang baik, pembinaan berkelanjutan, serta komitmen kelompok penerima dalam mengembangkan bantuan menjadi usaha produktif.
Adapun jumlah kambing yang disalurkan dan nilai anggaran bantuan belum tercantum dalam dokumen jadwal distribusi tersebut.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar