Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Bondowoso Melalui DPKP Genjot Ketahanan Pangan dari Pekarangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar

Upaya ini digerakkan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan berbagai instansi pemerintah, BUMN, perbankan, komunitas, hingga dunia usaha
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menguatkan program ketahanan dan swasembada pangan melalui gerakan pemanfaatan lahan pekarangan.
Upaya ini digerakkan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan berbagai instansi pemerintah, BUMN, perbankan, komunitas, hingga dunia usaha, yang dipusatkan di Kecamatan Pakem, (30/1/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, menegaskan bahwa sejengkal tanah, baik di pekarangan rumah maupun lahan terbuka, memiliki potensi besar jika dimanfaatkan secara optimal.
“Tanaman pekarangan yang paling mudah seperti tomat, cabai, dan terong bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain menunjang ketahanan pangan keluarga, ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Mulyadi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut murni hasil kolaborasi DPKP bersama Bulog, Bank Indonesia, serta dukungan dari YDSF dan komunitas Tauge yang merupakan Ikatan Alumni Universitas Jember.
Dalam kesempatan itu juga disalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkab Bondowoso bekerja sama dengan penggilingan padi PT Samudra dan PT Sampang Jaya untuk menyediakan penjualan beras murah, agar masyarakat, khususnya di Kecamatan Pakem, dapat lebih mudah menjangkau kebutuhan pokok.
Sejumlah perangkat daerah turut ambil bagian.
Disdukcapil membuka layanan administrasi kependudukan gratis, sementara Dinas Pendidikan menyalurkan bantuan beasiswa serta bantuan tanaman untuk sekolah-sekolah.
Selain itu, kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwujudkan melalui penyerahan 1.000 bibit tanaman buah.
Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan alat pertanian berupa cangkul dari program Bupati Bondowoso, bantuan pestisida dan herbisida, serta benih padi unggul kepada para petani.
Mulyadi menegaskan, dukungan kepada petani akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.
“Keterbatasan APBD menjadi tantangan bagi kami. Karena itu, kami terus berinovasi menggali sumber pendanaan lain agar program tetap berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi ketahanan nasional.
“Melalui pemanfaatan pekarangan dan penanaman melalui polybag, kita berharap kemandirian pangan keluarga dapat terwujud dan inflasi pangan bisa ditekan. Gerakan ini harus dilaksanakan secara simultan di seluruh Kabupaten Bondowoso,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia menyebut kolaborasi sebagai kata kunci percepatan pembangunan Bondowoso.
“Ini menjadi bagian dari visi Bondowoso Berkah, yakni Bondowoso yang berkualitas, akseleratif, dan holistik,” pungkasnya.
Melalui gerakan ini, Pemkab Bondowoso optimistis ketahanan pangan masyarakat semakin kuat, kesejahteraan petani meningkat, dan kemandirian pangan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar