Blackout Sumatera Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Bareskrim Pastikan Nihil Sabotase
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Dalam konferensi pers di Jakarta, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penyampaian hasil investigasi dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik
Jakarta, Aspirasi.co.id – Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) mengungkap hasil investigasi awal terkait blackout massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026).
Hasil sementara memastikan tidak ditemukan unsur sabotase maupun tindakan kesengajaan dalam gangguan kelistrikan tersebut.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penyampaian hasil investigasi dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik atas insiden yang sempat melumpuhkan pasokan listrik di berbagai daerah Sumatera.
“Kami akan menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian publik, termasuk pemerintah, bersama Polri dan khususnya PLN terkait blackout di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta PLN telah melakukan investigasi lapangan di lokasi tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, gangguan terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai sekitar pukul 18.44 WIB.
Gangguan diduga dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Akibatnya, frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil hingga memicu trip berantai pada sejumlah pembangkit listrik.
Dampaknya, blackout massal terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.
“Hasil identifikasi awal menunjukkan gangguan dipicu faktor cuaca buruk yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Nunung.
Tim investigasi juga menemukan kabel transmisi yang putus di sekitar tower. Namun, struktur tower secara umum dinyatakan masih dalam kondisi baik tanpa kerusakan signifikan.
Menurut Nunung, dugaan sementara penyebab kabel putus masih didalami, mulai dari faktor mekanis akibat gesekan dan terpaan angin, sambungan longgar yang memicu loncatan listrik, hingga tarikan kuat akibat cuaca ekstrem.
“Sampai saat ini dapat kami pastikan tidak ditemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem,” tegasnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pola kerusakan kabel berupa serabut terurai dan tidak ditemukan pola potongan rapi yang mengarah pada aksi sabotase.
Potongan kabel yang rusak kini diamankan untuk diuji secara ilmiah di laboratorium forensik Polri.
Di sisi lain, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua koridor utama transmisi, yakni jalur timur 500 kV dan jalur barat 275 kV.
Saat gangguan terjadi, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk yang memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi tinggi.
Kondisi ini menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera terbelah menjadi dua wilayah, yakni selatan yang kelebihan daya dan utara yang kekurangan pasokan.
Akibat ketidakseimbangan tersebut, sejumlah pembangkit di wilayah utara mengalami trip secara domino hingga menyebabkan pemadaman luas.
PLN kemudian melakukan pemulihan bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas, dilanjutkan pengoperasian PLTGU dan PLTU hingga sistem kembali pulih sepenuhnya.
“Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal 100 persen dan saat ini beroperasi dengan aman dan stabil,” ujar Edwin.
PLN memastikan pada Senin (25/5/2026), seluruh pembangkit besar telah kembali masuk sistem sehingga pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera kini dalam kondisi aman dan stabil.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar