Simulakra 2026 Resmi Dibuka, Bondowoso Tegaskan Komitmen Bangun Peradaban Kreatif Melalui Seni Rupa
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, yang menegaskan bahwa seni merupakan bagian penting dalam pembangunan masyarakat modern.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kaya akan kreativitas, budaya, dan peradaban.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Pameran Seni Rupa “Simul Akra” yang menjadi bagian dari rangkaian Ratu Festival Muharram 2026, (8/6/2026).
Pameran yang menghadirkan puluhan seniman dari berbagai daerah di Indonesia ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang menegaskan bahwa seni merupakan bagian penting dalam pembangunan masyarakat modern.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa tema “Simul Akra” menghadirkan ruang refleksi yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang setiap hari berhadapan dengan berbagai simbol, gambar, persepsi, serta derasnya arus informasi digital.
“Karya-karya para seniman tidak hanya mengajak masyarakat untuk melihat, tetapi juga berpikir, merenungkan, dan memahami makna yang tersembunyi di balik berbagai fenomena kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus berjalan beriringan antara kemajuan infrastruktur, ekonomi, dan kebudayaan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong hadirnya ruang-ruang kreatif yang mempertemukan seniman, akademisi, komunitas, generasi muda, dan masyarakat luas.
“Pameran seperti ini memberikan energi positif untuk membangun ekosistem seni yang sehat, memperkuat identitas lokal, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor potensial bagi kemajuan Bondowoso,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kegiatan seni dalam rangkaian Ratu Festival Muharram tidak hanya menjadi bagian dari peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan gagasan, kreativitas, dan kebudayaan yang mampu menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan secara universal.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas seni, dan para seniman yang telah bekerja keras menyelenggarakan pameran tersebut, bahkan hingga larut malam demi menghadirkan karya terbaik bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas segala keterbatasan dukungan yang dapat diberikan pemerintah. Namun kami berharap semangat berkarya para seniman tidak pernah surut dan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Bondowoso,” ungkapnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Bupati secara resmi membuka Pameran Seni Rupa Simul Akra 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bondowoso, Gede Budiawan, menjelaskan bahwa pameran kali ini diikuti oleh 31 perupa dari Bondowoso maupun luar daerah.
“Peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Kalimantan Timur. Namun kami tetap ingin seniman lokal mengambil peran besar dalam kegiatan ini,” katanya.
Menurut Gede, pameran ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal seni rupa sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang menjanjikan.
Ia berharap para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati karya-karya yang dipamerkan hingga 18 Juni 2026.
Menariknya, kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari perupa profesional hingga anak-anak usia sekolah dasar.
Semangat kolaborasi dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan pameran yang sebagian besar didukung secara swadaya oleh komunitas seni.
“Kami memberikan dukungan dan fasilitasi, tetapi kegiatan ini lahir dari inisiatif luar biasa teman-teman komunitas. Ini menunjukkan bahwa ekosistem seni di Bondowoso terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang tertarik memiliki karya yang dipamerkan, panitia juga mempersilakan untuk berkomunikasi langsung dengan para seniman.
Namun, menurut Gede, tujuan utama kegiatan ini tetap pada aspek edukasi dan pengembangan seni rupa di tengah masyarakat.
Melalui Pameran Seni Rupa Simul Akra 2026, Bondowoso kembali membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas, budaya, dan peradaban yang berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar