Jejak Purba Bondowoso 2026: Dari Warisan Leluhur Lahir Gagasan Besar untuk Daerah
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Mewakili Bupati Bondowoso, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bondowoso, Nunung Setiya Ningsih Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Bondowoso kembali mendapat panggung melalui gelaran Jejak Purba Bondowoso: Merawat Warisan, Menghidupkan Budaya yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus menghidupkannya sebagai sumber inspirasi pembangunan masa depan.
Mewakili Bupati Bondowoso, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bondowoso, Nunung Setiya Ningsih, menegaskan bahwa Bondowoso tidak hanya dianugerahi keindahan alam, tetapi juga memiliki kekayaan seni, tradisi, dan budaya yang menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat.
“Jejak-jejak peradaban masa lalu yang tersimpan dalam situs megalitik, tradisi luhur, kesenian rakyat hingga nilai-nilai kearifan lokal merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lampau untuk dikenang. Lebih dari itu, budaya merupakan sumber pembelajaran, inspirasi, dan kekuatan dalam membangun masa depan daerah.
Melalui seni, tradisi, dan budaya, masyarakat dapat memperkuat jati diri daerah, menumbuhkan rasa bangga generasi muda, sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan.
“Kita berharap melalui kegiatan ini lahir gagasan-gagasan baru, kolaborasi yang lebih luas, serta komitmen bersama untuk terus merawat jejak purba Bondowoso dan menghidupkan budaya sebagai warisan yang membanggakan bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” tegasnya.
Event Jejak Purba Bondowoso menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan atraktif, mulai dari penampilan seni tradisi lokal, Walking Tour Megalitik, hingga Seminar Megalitik.
Sebanyak tujuh sanggar dan komunitas seni turut ambil bagian dengan menampilkan 11 kesenian lokal khas Bondowoso.
Sementara itu, kegiatan edukasi situs dan seminar melibatkan sekitar 40 peserta dari unsur Komunitas Cagar Budaya, Juru Pelihara Situs, MGMP Guru Sejarah SMA/SMK se-Kabupaten Bondowoso, serta perwakilan siswa SMA/SMK.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gedde, menyampaikan apresiasi kepada BPK Wilayah XI Trowulan dan Celcius Management yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, komunitas seni dan budaya merupakan garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan warisan budaya di tengah masyarakat.
“Kehadiran komunitas menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Event seperti Jejak Purba Bondowoso menjadi ruang edukasi yang efektif untuk mengenalkan kekayaan sejarah dan budaya kepada generasi muda,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Disparbudpora terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas budaya.
Dukungan pemerintah tidak selalu berbentuk anggaran, tetapi juga melalui fasilitasi, pendampingan, promosi, jejaring kemitraan, hingga penguatan kapasitas komunitas.
Gedde berharap Jejak Purba Bondowoso tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi gerakan budaya berkelanjutan yang mampu melibatkan lebih banyak generasi muda.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, warisan budaya Bondowoso akan semakin lestari, dikenal luas, serta menjadi sumber pembelajaran dan kebanggaan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Gelaran Jejak Purba Bondowoso menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, semangat menjaga akar sejarah dan budaya tetap hidup.
Dari situs-situs megalitik yang mendunia hingga ragam kesenian tradisional yang masih lestari, Bondowoso terus menegaskan dirinya sebagai daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pelestarian warisan budaya leluhur.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar