Festival Muharram 1448 H dan Samara 2026 Ditutup, Transaksi UMKM Capai Rp3 Miliar
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menyampaikan bahwa Festival Muharram tahun ini tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan dan pelestarian budaya
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Festival Muharram 1448 Hijriah dan Semarak Ekonomi Syariah (Samara) 2026 resmi ditutup pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Juni 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Ergiar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Festival Muharram dan Samara 2026.
Menurutnya, Festival Muharram bukan sekadar peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Selama pelaksanaan kegiatan sejak 8 hingga 25 Juni 2026, kita menyaksikan semangat kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, BUMD, pondok pesantren, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat Bondowoso.
Capaian yang diraih menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan hanya sebuah konsep, tetapi telah menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ergiar.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam pengembangan ekonomi syariah.
Melalui berbagai program kolaboratif, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan literasi keuangan syariah, perluasan akses pasar bagi UMKM, penguatan ekosistem halal, hingga transformasi ekonomi yang lebih produktif.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan bahwa Festival Muharram tahun ini tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Festival Muharram menjadi sarana penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan masyarakat,” katanya.
As’ad menjelaskan, berbagai kegiatan telah digelar selama rangkaian festival, mulai dari pelatihan pesantren, tabligh akbar, majelis sholawat, seminar ekonomi syariah, sosialisasi sertifikasi halal, pameran produk unggulan daerah, festival Jejak Purba Bondowoso, fashion show, hingga kontes ternak.
Selain itu, terdapat pula kegiatan sosial berupa pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis yang berhasil melayani ratusan warga. Sebanyak 162 orang mendapatkan layanan operasi katarak gratis selama pelaksanaan festival.
Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi panitia, nilai transaksi ekonomi yang tercipta selama Festival Muharram dan Samara 2026 mencapai sekitar Rp3 miliar.
Nilai tersebut berasal dari aktivitas UMKM, pelaku usaha, investor, serta berbagai transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung di kawasan Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso.
“Ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan penguatan ekonomi masyarakat mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, As’ad menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bondowoso, Bank Indonesia, Bank Jatim, seluruh perangkat daerah, pelaku UMKM, seniman, media massa, sponsor, serta masyarakat yang telah mendukung kesuksesan Festival Muharram 1448 H dan Samara 2026.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mewujudkan Bondowoso yang berkah, berdaya saing, dan semakin maju melalui pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar