Malam Bersejarah di Bondowoso: Dewi Rengganis Turun Panggung, Pesan Budaya Menggema untuk Generasi Muda
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, budayawan, pelajar, komunitas budaya
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Suasana Gedung Pelita Bondowoso, Rabu (17/6/2026) malam, berubah menjadi panggung kebudayaan yang megah saat Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka Gelar Budaya
“Ini Budi Amarta Dewi Rengganis”, bagian dari rangkaian Festival Muharam 1448 Hijriah.
Pagelaran yang memadukan seni tari, musik, teater, dan pameran lukisan tersebut menjadi simbol kuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjaga warisan budaya lokal sekaligus membangun karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting bagi masa depan bangsa.
Menurutnya, modernisasi yang berkembang begitu cepat membawa tantangan besar terhadap kelestarian nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi identitas masyarakat Indonesia.
“Di tengah laju modernisasi yang begitu cepat, kita menghadapi ancaman nyata berupa memudarnya jati diri bangsa.
Karena itu, gelar budaya seperti ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sebuah ikhtiar strategis untuk menjaga identitas, menanamkan kecintaan terhadap budaya, dan menyelamatkan masa depan generasi penerus,” tegas Bupati Hamid.
Ia menjelaskan, kisah legenda Dewi Rengganis yang dihadirkan melalui pertunjukan seni menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan, keberanian, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran kepada anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada upaya menjaga tradisi semata, tetapi harus mampu menjadi instrumen pembentukan karakter yang melahirkan generasi berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan bangga terhadap identitas daerahnya.
“Budaya adalah akar yang menjaga kita tetap kokoh di tengah perubahan zaman. Karena itu, pelestarian budaya harus diwujudkan dalam langkah nyata yang berkelanjutan dan mampu menyentuh langsung kehidupan generasi muda,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, budayawan, pelajar, komunitas budaya, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan gelaran tersebut.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui pagelaran budaya ini mampu memperkuat persatuan masyarakat Bondowoso sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan melalui nilai “Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa.”
“Jadikan kisah Dewi Rengganis sebagai sumber inspirasi. Teladani nilai keberanian, pengabdian, dan kebijaksanaan yang diwariskannya.
Mari kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan luhur secara kultural,” pesannya.
Malam budaya tersebut berlangsung meriah dan penuh kekaguman. Ratusan tamu undangan yang hadir tampak antusias menyaksikan penampilan para seniman dan pelajar yang membawakan kisah legenda Dewi Rengganis dalam balutan pertunjukan yang memukau.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik adalah ketika Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, yang juga merupakan istri Bupati Bondowoso, tampil memerankan sosok Dewi Rengganis.
Penampilannya yang anggun dan penuh penghayatan berhasil menghidupkan kembali legenda perempuan agung yang selama ini menjadi ikon budaya Bondowoso.
Tak hanya itu, pagelaran juga dimeriahkan dengan penampilan para seniman lukis yang memamerkan karya-karya bertema budaya dan kearifan lokal, menambah kekayaan ekspresi seni dalam festival tersebut.
Melalui Gelar Budaya “Ini Budi Amarta Dewi Rengganis”, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga terus berkembang menjadi kekuatan yang mampu membentuk generasi muda yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya daerah, sekaligus siap menghadapi tantangan zaman yang terus berubah
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar